18 Agustus 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Demi Pilkada, Golkar (Akhirnya) Islah


Demi Pilkada, Golkar (Akhirnya) Islah
Jusuf Kalla berhasil Mengislahkan kedua kubu Golkar demi Pilkada (foto-beritasatu.com)

KLIKBALIKPAPAN - Akhirnya, partai Golkar ikut dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkda) yang akan berlangsung 9 Desember mendatang. Kepastian keikutsertaan ini setelah kedua kubu partai Golkar versi Munas Bali dan Ancol yang selama ini saling mengklaim kepengurusahan yang sah sepakat melakukan islah melalui penandatangan yang dilakukan kedua kubu hari ini (Sabtu 30/5).

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie, Idrus Marham menjelaskan ada empat point yang disepakati dalam penandatangan itu. Poin pertama  kedua kubu setuju mendahulukan kepentingan Golkar ke depan ketimbang kepentingan golongan atau kelompok tertentu. Kedua, membentuk tim bersama untuk proses penjaringan calon kepala daerah di pilkada.

Point ketiga, kriteria calon yang disepakati nantinya harus disepekati kedua kubu, dan Poin Keempat, surat dukungan kepada calon kepala daerah yang diserahkan ke KPU ditandatangani DPP Partai Golkar yang sah.

“Poin-poin yang disepakati itu diharapkan menjadi titik temu Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie dan kubu Agung Laksono untuk berjuang menghadapi Pilkada serentak yang akan diselenggarakan pada akhir tahun ini,”ujarnya.

Menurut Idrus, poin-poin kesepakatan itu akan ditandatangani masing masing ketua umum partai Golkar versi Munas Bali Aburizal Bakrie dan Munas Ancol Agung Laksono. Sedangkan lokasi penandatangan kesepakatan dilakukan di kediaman Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Hal yang sama ditegaskan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar versi Munas Ancol, Zainudin Amali bahwa pertemuan antara kubu Aburizal Bakrie dan kubu Agung Laksono untuk melakukan penandatanganan isla. Namun, menurutnya, pertemuan tersebut bukan untuk islah melainkan hanya kerjasama Pilkada.

"Iya ada pertemuan hari ini jam 4 sore. Bukan islah, itu kerjasama pilkada saja hanya untuk bisa ikut pilkada," ujanya

Ia mengataan pasca penandatanganan kerjasama Pilkada tersebut tidak akan ada kepengurusan baru, sebab kerjasama yang dilakukan hanya untuk urusan Pilkada.

Terkait dengan point point kesepakatan, Dia memaparkan, kedua belah pihak telah menyetujui tiga dari empat poin yang diusulkan Wapres Jusuf Kalla dalam menyatukan kedua kubu yang berseteru.

"Tapi untuk poin keempat tentang siapa yang akan menandatangani belum bisa ditentukan. Karena kan proses hukumnya masih jalan, banding juga jalan," tandasnya.

Sebelumnya JK mengambil langkah memediasi kedua kubu dari partainya agar bisa mengikuti pilkada yang akan digelar Desember mendatang. JK menawarkan empat poin yang nantinya akan dirundingkan masing-masing kubu.

Poin-poin tersebut adalah Golkar harus mengedepankan kepentingan kader daerah, kemudian membentuk tim penjaringan bersama untuk pilkada. Selanjutnya menetapkan kriteria patokan untuk calon yang diusung. Terakhir, merundingkan DPP yang berhak mengusung Golkar yang nantinya akan diakui KPU.

 

berbagai sumber

Reporter : Sereal Ibrahim    Editor : Klik Balikpapan



Comments

comments


Komentar: 0