17 Oktober 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Bisnis Emas Hitam Jadi Tonggak Sejarah Perkembangan Kota Balikpapan


Bisnis Emas Hitam Jadi Tonggak Sejarah Perkembangan Kota Balikpapan
Kilang Minyak Balikpapan Sekitar Tahun 1950 (Sumber: Mardian)

KLIKBALIKPAPAN - Sebagian warga Kota Balikpapan mungkin sudah tahu kenapa tanggal 10 Februari 1897 ditetapkan sebagai Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Balikpapan. Dari hasil seminar sejarah Kota Balikpapan 1 Desember 1984, para pemangku kepentingan di Balikpapan sepakat tanggal 10 Februari 1897 yang bertepatan dengan tanggal pengeboran sumur minyak pertama di Kota Balikpapan, menjadi hari jadi Kota Balikpapan.

Menurut Wikipedia, sumur minyak pertama di Kota Balikpapan merupakan milik perusahaan Mathilda, sebagai bentuk kerjasama antara J.H Menten dengan Mr. Adams dari Firma Samuel and Co. J.H Menten adalah pengusaha Belanda yang mendapat konsesi komersil minyak bumi pertama dari Kesultanan Kutai. Wilayah konsesi J.H Menten tidak hanya di Balikpapan, tetapi meliputi wilayah Sanga-sanga dan sekitarnya.

Sebelum pengeboran sumur Mathilda, Balikpapan telah memulai pembangunan kilang minyak sebagai bagian dari produksi pengolahan minyak bumi. Menurut Bambang Subiyakto dalam Kota Balikpapan dalam Lintasan Sejarah, Royal Dutch Shell, perusahaan berbendera Belanda membangun kilang minyak pada tahun 1894. Kilang tersebut terbangun empat tahun kemudian lalu mulai beroperasi pada 1898.

“Selanjutnya beberapa instalasi ditambahkan untuk melengkapi kilang minyak di Balikpapan sejak tahun 1900, termasuk lahan untuk pengolahan Parafin, minyak pelumas, sulfur dioksida, asam sulfur dan bahkan drum dan lilin. Pada tahun 1914, kerosin, bensin dan residu dihasilkan secara signifikan untuk keperluan ekspor. Peningkaan ini terus berlangsung dengan konsisten,” Tulis Bambang.

Sejak kilang minyak beroperasi, Balikpapan menjadi kota yang sibuk. Pada tahun 1898 tercatat, lebih dari 1.000 pekerja dari Cina dan supervisor asal Inggris datang ke Balikpapan untuk membangun kilang minyak baru.

“Mereka tiba di sana sekaligus membuktikan apa yang telah diungkapkan oleh Marcus Samuel tentang kilang minyak terbesar di dunia. Residen Kalimantan Selatan dan Timur, C.A. Kroesen, melakukan kunjungan di daerah tersebut pada bulan Juli 1899, dan terkesan dengan kecepatan di mana sebuah ketenangan membentang di sepanjang teluk dan kemudian berubah menjadi sebuah kota yang sibuk,” ungkap Bambang.



Reporter : Sereal Ibrahim    Editor : Klik Balikpapan



Comments

comments


Komentar: 0