19 Juni 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Warga Berau Prapradilankan Polsek Teluk Bayur


Warga Berau Prapradilankan  Polsek Teluk Bayur
Mufid Datusahlan, ketiga dari kiri bersama kuasa hukumnya

KLIKBALIKPAPAN - Sengketa lahan antara PT Kaltim Jaya Bara (KJB) dengan warga  Kampung Labanan Makmur, Berau, terus berlanjut. Jika sebelumnya Mupit Datusahlan, selaku ahli waris pemilik lahan almarhum Basuki telah melaporkan PT KJB ke Polres Berau pada tanggal 4 september 2014, sekarang justru Mupit Datusahlan yang dijadikan tersangka.  

Penetapan tersangka tersebut tidak diterima oleh pihak Mupit Datusahlan dengan mengajukan pra peradilan ke Pengadilan Negeri Tanjung Redeb, Berau yang didampingi oleh oleh kantor pengacara Agus Amri,SH and Affiliates. Mupit Datusahlan ditetapkan tersangka atas dugaan pelanggaran pasal 136 ayat 2 sebagiamana dimaksud pasal 162 undang-undang no 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara. Mupit Datusahlan dianggap menganggu dan menghalangi kegiatan usaha pertambangan dari pemegang IUP atau IUPK.

Berdasarkan siaran pers yang dikirimkan ke redaksi KlikBalikpapan.co, Agus Amri mengatakan bahwa “ Tindakan Penyidik Polsek Telur Bayur yang menetapkan Mupit Datusahlan sebagai tersangka adalah tindakan sewenang-wenang. Agus Amri juga menganggap Polsek Teluk Bayur tidak netral dan justru berpihak kepada pihak perusahaan PT KJB.

“Kami telah mengajukan permohonan praperadilan ke Pengadilan Tanjung Redeb, tanggal 5 Juni 2015. Kami memohon kepada majelis, agar penetapan tersangka terhadap klien kami dibatalkan dan dianggap tidak sah dan tidak berdasar atas hukum”.  Kata Agus Amri.

“Kami mengharapkan hakim majelis dapat mengabulkan permohonan pra peradilan kami, karena pada kasus ini terdapat banyak keganjilan serta penyidik menyalahi prosedur penetapan tersangka. Dengan begitu Keadilan dapat ditegakkan di bumi Batiwakkal”. Papar Agus Amri. 

Reporter :     Editor : Klik Balikpapan



Comments

comments


Komentar: 0