18 Agustus 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

DPRD Kaltim Laksanakan Uji Publik Raperda Pelaksanaan Transmigrasi


DPRD Kaltim Laksanakan Uji Publik Raperda Pelaksanaan Transmigrasi
Suasana Uji Publik Raperda Pelaksanaan Transmigrasi (Foto : Muh. Adam)

KLIKBALIKPAPAN - DPRD Kalimantan Timur melaksanakan Uji Publik Raperda Pelaksanaan Transmigrasi di hotel Grand Senyiur Balikpapan, Minggu (7/6/2015). Acara tersebut menghadirkan tiga orang narasumber yaitu dua orang dari kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dan Tim Penyusun naskah akademik dari UGM.

Acara dihadiri sekitar 150 orang peserta berasal dari Anggota DPRD Kalimantan Timur, Anggota DPRD dan para Kepala Dinas Transmigrasi Kab/Kota se-Kaltim.

Menurut Muhammad Adam, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur yang dihubungi redaksi KlikBalikpapan.co, mengungkapkan bahwa penyusunan Raperda Pelaksanaan transmigrasi adalah implementasi dari  undang-undang nomor 29 tahun 2009 tentang Perubahan atas undang-undang nomor 15 tahun 1997 tentang Ketransmigrasian. Dan  uji publik adalah salah satu mekanisme yang ditempuh untuk mensosialisasikan mengenai draf Reperda tersebut sekaligus menampung masukan dari peserta sebelum ditetapkan sebagai Peraturan Daerah.

“Raperda ini juga telah kami konsultasikan ke Kementerian Dalam Negeri dan kementerian teknis yaitu Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Tim juga telah melaksanakn studi banding ke Jawa Timur dan Jawa Tengah”. Ungkap Adam.

Adam juga menjelaskan bahwa paradigma program transmigrasi yang dilakanakan saat ini berbeda dengan program transmigrasi pada zaman orde baru. Pertama, Pada zaman orde baru, inisiator, pembiayaan dan pelaksana program transmigrasi adalah pemerintah pusat, sedangkan sekarang program transmigrasi merupakan inisiatif dari pemerintah daerah. Kedua, Pada zaman orde baru, program transmigrasi lokusnya adalah pemindahan penduduk dari daerah padat, seperti dari pulau Jawa ke daerah kurang penduduk tanpa disertai persyaratan tertentu. Saat ini orang-orang yang akan mengikuti program transmigrasi, dipersyaratkan memiliki skill khusus yang berbasis pada potensi kawasan yang akan dituju. Contohnya, untuk daerah tujuan adalah kawasan pertanian, maka para transmigran dipersyaratkan memiliki skill bercocok tanam. Ketiga, dalam Raperda Pelaksanaan transmigrasi juga diatur tentang pola asimilasi dengan penduduk lokal untuk menghindarkan kecemburuan sosial.

Mengenai pembiayaan, Adam menjelaskan bahwa program transmigrasi ditanggung bersama antara daerah pengirim dan daerah penerima. Contohnya, daerah pengirim akan membangunkan rumah bagi para transmigran, sedangkan daerah penerima, akan membangun infrastruktur lainnya seperti jalan, sanitasi, air dan lain-lain.

“Diharapkan dengan berjalannya program transmigrasi ini, potensi sumber daya yang dimiliki Kalimantan Timur bisa dioptimalkan demi kesejahteraan seluruh masyarakat bumi etam Kalimantan Timur”. Harap Adam

 

 

Reporter :     Editor : Klik Balikpapan



Comments

comments


Komentar: 0