15 Desember 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Kaltim Methanol Industri Akan Bangun Pabrik Baru Kapasitas 660 Ribu MT


Kaltim Methanol Industri Akan Bangun Pabrik Baru Kapasitas 660 Ribu MT
KLIKBALIKPAPANPT Kaltim Methanol Industri akan membangun pabrik Kaltim Methanol 2 yang direncanakan tahun depan dengan kapasitas 660 ribu Metrik Ton (MT) per tahun. 
 
Pembangunan pabrik itu belum ditentukan lokasinya karena masih dalam tahap kajian untuk memastikan pasokan gas. Saat ini ada tiga wilayah yang menjadi fokus,yakni Bontang Kalimantan Timur, pulau Bunyu, Kalimantan Utara, dan Papua Nugini.
 
"Kita sudah mengajukan proposal pembangunan. Jika memang disetujui oleh pemerintah langsung dibangun. Apalagi cuman Kaltim Methanol Industri yang satu satu pabrik memproduksi methanol" kata Tatak Sudarisman, Deputi General Appair Publik Relation Manager PT Kaltim Methanol Industri saat mendampingi Menteri Perindustrian Saleh Husein kujungan ke Bontang, Kalimantan Timur, Jumat (12/6/2015). 
 
Ia menjelaskan pembangunan itu untuk memenuhi permintaan akan methanol yang cukup tinggi. Kendati saat ini, sebanyak 70 persen produksi pabrik Kaltim Methanol 1 diekspor keluar negeri atau setara dengan 480.000 MT sedangkan dalam negeri hanya 180.000 MT.
 
Terkait dengan lokasi pembangunan Kata Dia masih melakukan kajian karena pertimbangan utama adalah ketersediaan pasokan gas yang harus berkelanjutan. Misalnya pabrik metanol Kaltim 1 Bontang membutuhkan pasokan gas 33 hingga 34 MMBTU.
 
Gas tersebut dipasok dari Badak Gas Field Center sebagai bahan baku yang di pasok oleh perusahaan production sharing Pertamina yaitu Total Fina Elf Indonesie, Vico Indonesia dan Chevron. PT. Kaltim Methanol Industri penghasil methanol dengan grade AA (Purity Min 99,85%).
 
"Pasokan gas yang utama. Makanya belum dipastikan apakah di Bontang, di Bunyu atau di Papua Nugini. Kita masih menunggu persetujuan dari pemerintah. Nah kalau yang saat ini iu dipasok dari production sharing Pertamina,"tambahnya.
 
(*)
Reporter : Sereal Ibrahim    Editor : Klik Balikpapan



Comments

comments


Komentar: 0