18 November 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Sukri Wahid : Kami Siap Gelar 100 Event dalam Setahun (Bagian-3 Selesai)


Sukri Wahid : Kami Siap Gelar 100 Event dalam Setahun (Bagian-3 Selesai)
Sukri Wahid, calon wakil walikota Balikpapan periode 2016-2021

Bagian Ketiga


KLIKBALIKPAPAN : Salah satu tantangan Balikpapan kedepan adalah masalah Demografi. Pertambahan jumlah pendatang terus meningkat. Apa langkah strategis bapak menghadapi soal itu?

Benar, pertambahan penduduk menjadi masalah tersendiri kota Balikpapan. Apalagi, kota ini menjadi incaran pencari kerja. Dari data yang ada, jumlah pertambahan penduduk Balikpapan tiap tahunnya mencapai 32 ribu jiwa, dan yang lahir hanya 3 ribu jiwa saja. Yang terjadi adalah ketersediaan lapangan pekerjaan tidak berbanding lurus dengan pertambahan pencari kerja. Ini akan memunculkan masalah sosial kalau tidak diantisipasi.

KLIKBALIKPAPAN : Solusinya?

Menciptakan lapangan kerja baru. Kran investasi harus dibuka seluas-luasnya. Perijinan dipercepat dengan menyiapkan infrastruktur pendukung, terutama listrik dan air. Disamping menyiapkan SDM yang handal. Kita punya kawasan industri Kariangau di Balikpapan Utara. ini harusnya ditawarkan ke investor agar mereka menanamkan modalnya dan secara langsung lapangan pekerjaan akan terbuka lebar.

KLIKBALIKPAPAN : Bagaimana strateginya? 

Selama ini, banyak investor yang ingin masuk Balikpapan, tapi karena tidak didukung ketersediaan listrik dan air, mereka angkat kaki. Kedepan, Kawasan Industri Kariangau (KIK) akan kita benahi, mulai dari kelembagaan organisasinya sampai dengan persoalan infrastrukturnya. KIK mesti dikelolah dengan baik, misalnya membentuk konsorsium perusahaan pengelolah kawasan. Tidak seperti selama ini yang hanya sebatas Badan Pengelolah yang dibentuk Pemerintah. Konsorsium terdiri atas perusahaan daerah dan swasta . Organisasinya dibuat se-efisien mungkin, sehingga bisa bekerja cepat dan maksimal. 

KLIKBALIKPAPAN : Listrik masih menjadi masalah utama di kota ini. Lalu, bagaimana mengatasinya?


Memberikan izin bagi pihak swasta yang ingin berinvestasi menjadi penyedia layanan listrik di Kota Balikpapan. Setiap Kabupaten atau Kota mendapat kewenangan untuk memberikan izin sektor swasta untuk berjualan listrik. Meskipun kecil, misalnya hanya 2 kali 8 MW, tetapi ini dapat membantu menyelesaikan masalah listrik di kota kita.  Dampak negatif krisis listrik adalah terjadinya inflasi. Krisis listrik menyumbang 27 persen inflasi di kota Balikpapan.

KLIKBALIKPAPAN : Bagaimana dengan SDM kita?

Perlu diketahui, di Kalimantan Timur dan Utara, Pemprov telah mengeluarkan izin perkebunan kelapa sawit 2,4 juta hektar dan 1 juta hektar telah ditanami. Sampai saat ini belum ada SMK yang fokus pada perkebunan kelapa sawit. Ini peluang yang sangat besar. Makanya, jika kami memimpin kota ini, kami akan mendirikan SMK Sawit, khusus mendidik dan menciptakan SDM yang siap kerja di perkebunan kelapa sawit. Meskipun di Balikpapan tidak memiliki lahan sawit. Akan tetapi Balikpapan bisa menyiapkan dan mensuplay tenaga kerja terampil yang dibutuhkan perusahaan sawit tersebut. 

KLIKBALIKPAPAN : Mengenai soal Pendapatan Daerah, apa strategi bapak dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD)? 

Tahun 2014 lalu, PAD kita sekitar Rp500 milliar. Sector pendapatan pajak terbesar kita adalah pajak bumi bangunan, kemudian Penerangan Jalan Umum (PJU), selanjutnya restaurant dan hotel. Angka itu bisa dinaikan tiap tahun. Ada banyak cara yang bisa dilakukan. Salah satunya adalah menciptakan seratus event dalam satu tahun. Ini selaras dengan Balikpapan sebagai kota MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exebition) dengan tujuan menarik kunjungan wisatawan ke Balikpapan sebanyak banyaknya, baik nusantara maupun mancanegara. Jika ini terlaksana otomatis PAD kita meningkat dan UKM juga akan tumbuh dengan sendirinya. Sehingga warga akan semakin sejahtera dan kehidupan kota ini akan semakin nyaman.

KLIKBALIKPAPAN : Menarik, mengadakan event seratus dalam setahun. Apa sanggup?

Ini tugas dari Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Pariwisata kota Balikpapan, tentunya melibatkan swasta dan stakeholder lainnya. Ada PHRI, ASITA, ada juga Balikpapan Board Tourism (BTB) yang akan merancang program kerja mereka dalam satu tahun. Mereka tidak bekerja sendiri. Bahkan nantinya ada konsultan ahli yang akan mendampingi sehingga even-event itu berjalan dengan baik. Kedepan, kami mempunyai program, instansi atau dinas tertentu yang memiliki tugas berat akan didampingi masing masing konsultan. Ini untuk memudahkan menyusun dan melaksanakan program kerja.

KLIKBALIKPAPAN : Yang masih menjadi kendala dalam memasarkan pariwisata Balikpapan adalah anggaran. Anggaran promosi pariwisata sangat rendah?

Kami menyadari, kota ini ditopang dari sector jasa dan pariwisata. Harusnya dua bidang ini diberikan kucuran anggaran yang cukup. Salah satunya memberikan kucuran anggaran untuk mempromosikan pariwisata Balikpapan melalui BTB, minimal Rp1 milliar. Bali dan Jogja sudah mengalokasikan anggaran promosi daeranya sampai Rp2 milliar per tahun. Ini juga yang harus dilakukan di Balikpapan.

KLIKBALIKPAPAN : Pertanyaan terakhir. Sebagai konsep kota modern, tentunya dibutuhkan ruang publik untuk interaksi warga kota. Apa usaha yang bapak lakukan terkait dengan itu?

Kami sudah memasukan ke dalam program kerja soal itu, kami akan membangun enam taman di 6 kecamatan sebagai Publik space. Setiap kecamatan ada ruang publiknya. Ini sangat penting sebagai ajang interaksi sosial antar warga. Keberadaan ruang publik akan mengikis permasalahan warga. Warga secara langsung bisa menyelesaikan sendiri masalahnya dengan interaksi tadi. Pemerintah hanya menyediakan fasilitas saja. Keberadaan taman-taman tersebut, sekaligus akan membuka usaha baru. UMKM akan tumbuh disekitar ruang publik. Taman Tiga Generasi misalnya, dulunya sunyi, namun setelah adanya taman itu, penjual, pedagang kelontongan hadir disana. Sehingga tercipta kegiatan ekonomi.

KLIKBALIKPAPAN : Penutup, Apa harapan bapak  dalam Pilwali yang akan datang?

Pilwali sebentar lagi. Tinggal hitungan bulan. Keamanan dan kenyamanan kota harus tetap dijaga. Beda dukungan terhadap calon kandidat tidak masalah, yang terpenting adalah kebersamaan menjaga kota. Saling peduli terhadap sesama warga. Dan jangan lupa, gunakan hak suara kita masing masing dalam Pilwali Balikpapan 9 Desember mendatang. Satu lagi, kami selalu terbuka dan siap menerima saran maupun kritikan dari warga Balikpapan. (*)

Reporter : Tim Redaksi    Editor : Klik Balikpapan



Comments

comments


Komentar: 0