24 November 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

MUI: Masyarakat Balikpapan Belum Siap Dengar Baca Al-Quran Langgam Nusantara


MUI: Masyarakat Balikpapan Belum Siap Dengar Baca Al-Quran Langgam Nusantara
Ilustrasi - Pembacaan Al-Quran

KLIKBALIKPAPAN – Wacana Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin untuk memfestivalkan baca Al-Quran dengan langgam nusantara, belum disambut banyak pihak.

 

Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Balikpapan, H M Jailani menilai wacana itu sah-sah saja digulirkan, tapi juga harus disosialisasikan hingga ke seluruh daerah.

  

“Itu kan masih wacana. Apakah kelayakan ini bisa ditampilkan dengan khasanah nusantara? Saya kira agar tidak menimbulkan persoalan lain, perlu juga dikomunikasikan dengan majelis ulama atau ustadz agar menjadi perhatian di daerah setempat,” katanya saat dihubungi, Rabu (20/5/2015) malam.

 

Menurut Jailani, akan lebih baik jika wacana itu dibahas dalam agenda ijtihad ulama se-Indonesia yang digelar pada 7-10 Juni mendatang di Tegal, Jawa Tengah. Sedangkan di Balikpapan sendiri, agenda serupa akan digelar pada September mendatang.

 

“Saya kira hal seperti itu tidak salah kalau dibicarakan di lingkungan para ulama. Supaya tidak ada konotasi lain, sehingga langgam bahasa daerah--kalau memang itu jadi kebutuhan kenapa tidak diterapkan? Tapi tentunya harus melalui kajian mendalam,” jelasnya.

 

Lantas, bagaimana jika Pemerintah Daerah berencana menggelar acara dengan menyisipkan pengajian langgam nusantara?

 

“Saya kira masyarakat kita (Balikpapan) belum siap mendengarnya. Bahkan nanti jadi keunikan tersendiri karena belum pernah disosialisasikan. Nanti begitu salah satu langgam daerah didengungkan khawatirnya menjadi lelucon yang tidak pas didengar,” urai Jailani.

 

Seperti diketahui, pembacaan Al-Quran dengan langgam nusantara pertama kali didengungkan saat peringatan Isra Miraj di Istana Negara, Jakarta, 15 Mei lalu.

Kala itu, qari Muhammad Yasser Arafat melantunkan Surah An-Najm ayat 1-15 dengan cengkok atau langgam Jawa. Acara yang dihadiri Presiden Joko Widodo, sejumlah pejabat, dan duta besar negara Islam ini langsung menuai kontroversi dari banyak kalangan. (*)

Reporter :     Editor : Basir Daud



Comments

comments


Komentar: 0