20 April 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Poster Gay di Poli VCT Puskesmas : Pendidikan Liberal Dukung Keberadaan LGBT


Poster Gay di Poli VCT Puskesmas : Pendidikan Liberal Dukung Keberadaan LGBT
Ilustrasi

Belum usai kegelisahan menyebarnya para pelaku LGBT kini mereka semakin memacu eksistensinya dengan mempromosikan kegiatan menyimpang itu di berbagai ranah publik.  Yang terbaru adanya poster yang terpampang di beberapa puskesmas, salah satunya ada di ruangan Poli Voluntary Counseling Test (VCT) yang memberikan konseling, pra testing HIV.

Kader Muda Kesehatan Puskesmas Senen, Agustian mengakui bahwa poster yang menggambarkan pasangan gay di salah satu ruangan Poli VCT itu memang ada. Poster tersebut dikhususkan untuk mereka yang mengidap HIV khususnya bagi pelaku seksual menyimpang, Laki Suka Laki (LSL) atau gay.

Poster yang menggambarkan pasangan  gay  dan pria bertelanjang dada dengan background pelangi tersebut, menjadi sorotan beberapa pihak setelah ramainya isu Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) di masyarakat. Poster itu bertuliskan “Aku yang jalani , aku yang bisa jaga diri”

Poster tersebut terpampang di Ruangan Poli VCT di Puskesmas Kecamatan Senen berada di samping kiri bangunan, berada di luar berbeda dengan ruang Poli lainnya.

Diakui Agustian, poster tersebut tidak bisa dilihat masyarakat umum yang mengunjungi Puskesmas Senen, hanya mereka yang mengunjungi ruang Poli VCT lah yang bisa melihat poster tersebut.

Pihak puskesmas pun mengklarifikasi bahwa poster tersebut bukan untuk mendukung pelaku LGBT atau mendukung perilaku seks yang menyimpang.

"Poster itu ditujukan bagi pelaku homoseksual, terutama gay yang lebih rentan tertular HIV ketika melakukan hubungan seksual," kata dia ketika ditemui di Puskesmas Kecamatan Senen, Ahad (6/3). Republika.co.id

Jelas sekali bahwa LGBT juga menjadi kepedulian akan perilaku seks nya yang benar- benar sudah kelewat batas bagaimana tidak puskesmas lokal sangat terbuka untuk memeriksa pasien yang melakukan aktivitas tidak wajar ini.



Reporter :     Editor : Klik Balikpapan



Comments

comments


Komentar: 0