19 Agustus 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Pemuda Korban Produk Kapitalis


Pemuda Korban Produk  Kapitalis

Penulis : Faujiah

Membicarakan masalah pemuda, rasanya tak akan lepas dari beberapa aspek yang melekat pada diri mereka. Mulai dari kondisi emosi yang masih labil, semangat berkarya yang sangat tinggi dan kadang meletup-letup serta keinginan untuk bisa tampil eksis di lingkungannya. Ya, eksistensi.

Eksistensi merupakan kata yang begitu erat dalam dunia remaja. Dengan eksistensinya, akhir-akhir ini para remaja hanya disibukan dengan berbagai tren-tren masa kini yang menuntut mereka berpenampilan sesuai tren dari ujung rambut sampai ujung kukunya.

Televisi dan berbagai macam media terutama internet sekarang, juga merupakan kawan dekat bagian dari kehidupan para remaja.

Remaja merupakan segmen yang memiliki potensi pasar sangat besar, bagaimana tidak? Seperti yang kita lihat remaja dalam masa kini segala kebutuhan  gaya hidup seperti  penampilan, aktivitas dan  makanannya  semua tertuju oleh sebuah tren dimana setiap bulan yang berganti-ganti tren  ini membuat mereka bersikap loyal. Inilah remaja yang menjadi target marketing.

Gaya hidup remaja yang hampir separuh dalam harinya berada diluar rumah, seperti mejeng dimall atau cafe, nonton dibioskop dan turing. Hal ini dapat menjadi referensi para pemasar untuk melakukan strategi pemasaran berdasarkan tempat yang paling banyak dikunjungi remaja ketika memiliki waktu luang di luar rumah

Pemasaran dengan macam metode seprti online pun sangat menarik remaja ditambah lagi dengan terus hadirnya smartphone yang semakin murah, sejak itu pula para remaja lebih sering menggunakan gadget untuk mengakses internet.

Bahkan hasil survei menunjukkan 77,8% remaja yang disurvei menggunakan ponsel/smartphone untuk akses internet. Kemudian, paling banyak kedua adalah akses internet melalui laptop atau netbook, yaitu sebesar 51,9%. Hal ini juga mengindikasikan produk ponsel/smartphone serta laptop/netbook sebagai perangkat mobile paling banyak diminati oleh remaja saat ini.

Bagaimana dengan media sosial? Segmen remaja paling banyak memiliki akun facebook, dengan persentase mencapai 89,5%. Peringkat kedua adalah twitter, yaitu sebesar 59,5%. Tentu saja kedua media sosial ini sangat powerful sebagai media kampanye produk/merek yang menyasar remaja.

Maraknya pemasaran produk di internet juga telah mendorong para remaja membeli produk lewat kanal ini produk yang ditawarkan pun bermacam-macam jenis dari fashion sampai kosmetik, dengan disisipi fhoto para-para model dan artis menambah ketertarikan para remaja untuk membelinya dengan pemesanan yang simple melalui akses pengiriman.

Inilah gambaran remaja, percaya atau tidak faktanya remaja kita telah menjadi korban kapitalis yang hanya digunakan demi keuntungan para marketing. Sehingga remaja menjadi korban eksploitasi finansial, sekaligus diarahkan memiliki gaya hidup hedonis (memuja kecantikan fisik dan materi).

Remaja muslim yang sejatinya diarahkan untuk terikat pada hukum-hukum Islam mulai mengabaikan seruan Tuhannya sehingga identitasnya sebagai pemuda muslim tak terlihat lagi.

 

Biodata Penulis

Nama :  Faujiah

Alamat : Jl. Yos Sudarso Tanah grogot

Email :faujiah0510@gmail.com

Facebook : ipau kalky

Twitter : ipau B’gufran

IG : IPAW40

Reporter :     Editor : Klik Balikpapan



Comments

comments


Komentar: 0