18 Agustus 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Narkoba dan Miras Penghancur Remaja


Narkoba dan Miras Penghancur Remaja
Ilustrasi

Penulis : Martinah

“Beri aku sepuluh pemuda, maka akan kuguncang dunia”.

Serangkai kalimat yang terlontar dari seorang manusia yang sangat berpengaruh di Negara Indonesia, yaitu Dr.Ir.H.Soekarno, yang juga merupakan Presiden pertama Republik Indonesia.

Beliau sangat menyadari peran penting remaja dalam sebuah kebangkitan bangsa. Remaja adalah suatu periode transisi  dari masa awal anak hingga masa awal dewasa.

Hebatnya seorang remaja salah satunya adalah karena pada masa itu, seorang remaja sudah memiliki pola pikir sendiri dalam usaha memecahkan masalah  yang kompleks dan abstrak sehingga mereka mampu berpikir multi-dimensi seperti ilmuwan.

Namun sayang, di masa  ke emasan seorang remaja yang penuh dengan potensi untuk meraih cita-cita juga menjadi kebanggaan orang tua. kini, di masa ini para remaja harus bekerja dua kali lipat dalam memegang keteguhan prinsipnya untuk tidak terlarut dalam pergaulan yang merusak  di tengah sistem yang rusak.

Misal, narkoba dan miras. Kedua barang haram ini merupakan suatu hal yang lumrah dikalangan kaum remaja, padahal sejatinya narkoba dan miraslah yang menjadi pembunuh berdarah dingin di masa ke emasan para pemuda.

Berita terbaru,, di Jember diketahui tiga remaja tewas usai menenggak minuman keras oplosan. Para korba mencampur  alcohol 70% dengan pil jenis trek. “Diduga mereka overdosis setelah menenggak pil trek dioplos miras beralkohol, pilnya lebih dari 20 butir per anak “ ujar Kusmani, minggu (10/4/2016). Kusmani juga mengatakan, Angga tewas pertama kali setelah mengalami kejang-kejang dan kemudian di bawa ke rumah sakit.

Selain itu, Doni dan Noval juga mengalami hal yang serupa yakni kejang-kejang dan muntah. Kasat Reskrim Polres Jember AKP Agus Supriadi mengatakan, sudah melakukan olah TKP di rumah Noval usai kejadian memilukan tersebut.

Selain berita, berdasarkan hasil penelitian Badan Narkotika Nasional (BNN), terdapat  sekitar 1,1 juta pelajar dan mahasiswa Indonesia yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Ini bukan angka yang bisa dianggap remeh, remaja merupakan asset untuk menentukan bagaimana keadaan negeri ini di masa mendatang.

Menurut Anang, BNN beserta jajarannya, akan bersama- sama menanggulangi bahaya penggunaan narkoba dengan cara menurunkan demand and supply.

“kita juga memberikan penyadaran kepada seluruh masyarakat untuk menolak, menghindari, bahkan melawan peredaran gelap narkoba yang ada di lingkungannya. BNN, juga mengharapkan agar para insan terdidik dapat menggali  potensinya dalam mengaplikasikan kreasi dan gaya hidup sehat tanpa narkoba” tutur Anang

Berbagai cara dalam menangani kasus miras dan narkoba ini telah berwarna-warni, bak menegakkan benang basah alias sulit sekali. Sebab, tatkala di temukan kasus kakap peredaran dan jaringan narkoba,tidak lama berselang di temukan lagi peredaran dan jaringan narkoba yang lebih besar lagi. Anehnya, itu bukan oleh orang yang sama, seolah-olah aparat penegak hukum bekejar-kejaran dengan jaringan narkoba yang berbentuk ‘sel-sel’ yang senantiasa tumbuh kembali dan cepat berkembang. Tidak ada matinya.

Dengan ini, terlihat jelas bahwa permasalahan miras dan narkoba merupakan problem sistemik, bukanlah problem individu masyarakat saja. Sehingga terbukti bahwa sistem kapitalisme yang saat ini diterapkan tak mampu melindungi kaum remaja dari jeratan Narkoba dan Miras. Masihkah kita berharap pada sistem Kapitalisme?.

 

Biodata Penulis

Nama                                    :  Martinah

Alamat                                  : Jl. Yos Sudarso Tanah grogot

Jurusan                                : PAI (Pendidikan Agama Islam)

Perguruan Tinggi                  : STIT IBNU RUSYD tanah grogot

Email                                     : martinahtina5@gmail.com

Facebook                              : Martinah

Twitter                                   : @Tina_mareta

 

Reporter :     Editor : Klik Balikpapan



Comments

comments


Komentar: 0