19 September 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Weleh, Pemkot Balikpapan Setuju Harga Rokok Naik Selangit


Weleh, Pemkot Balikpapan Setuju Harga Rokok Naik Selangit
Wakil Walikota Balikpapan, Rahmad Mas'ud. (Ahmad Riyadi)

KLIKBALIKPAPAN.CO – Wacana menaikkan harga rokok menjadi Rp 50 ribu per bungkus direspon positif Pemkot Balikpapan. Hal itu dianggap akan mampu mengurangi angka perokok aktif.

Walikota Balikpapan Rizal Effendi mengatakan, wacana itu harusnya disahkan agar bisa diterapkan di Kota Balikpapan. "Saya kira bagus, kalau kita senang saja. Ya kita terapkan karena itu kan berlaku di seluruh Indonesia," ujar Rizal.

Hal senada disampaikan Wakil Walikota Balikpapan, Rahmad Mas'ud. Ia mendukung sekali apabila pemerintah pusat menetapkan kenaikan harga rokok menjadi Rp 50 ribu.

"Kita ikutin regulasi. Sebenarnya secara tidak langsung maupun secara langsung pemerintah kan sudah melarang, di gedung pemerintahan sudah ditaruh dilarang merokok,” kata Rahmad, Kamis, 25/8/16.

"Ada gak orang ngerokok kaya, kalau ada saya juga mau jadi perokok," sebutnya.

Diberitakan sebelumnya, PT HM Sampoerna, menegaskan tidak akan menaikan harga rokok. Hal itu dinilai akan mematikan industri rokok dari hulu dan hilir. Dampak sosial dan ekonominya lebih tinggi. Di tahun 2016 ini saja harga rokok sudah naik tujuh kali dengan akumulasi kenaikan 10 persen.

Tetapi kenaikan harga rokok justru mendongkrak jumlah perokok aktif, dari 62 juta perokok di tahun 2014, melonjak menjadi 66 juta perokok aktif di tahun 2016. Kenaikan harga rokok bukan solusi menurunkan jumlah perokok. Bahkan, mengancam pengangguran baru dan menurunkan APBN. 

Selama ini sumbangan industri rokok untuk APBN menyumbang Rp 150-154 triliun per tahun. 

Dari catatan Klikbalikpapan, selama ini kerugian negara mencapai Rp 9 triliun dari hasil cukai gelap. Peredaran rokok gelap melonjak di setiap kebijakan kenaikan rokok diketuk. Menteri Keuangan Sri Mulyani, sejauh ini belum memiliki rencana kenaikan rokok.

Kenaikan harga rokok selangit mengancam nasib 6,1 juta orang kehilangan pekerjaan. Jutaan orang terlibat dalam industri rokok dari hulu ke hilir. 

Reporter : Ahmad Riyadi    Editor : Klik Balikpapan



Comments

comments


Komentar: 0