19 Januari 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Warga Balikpapan Geram Dewan Hobi Pelisiran


Warga Balikpapan Geram Dewan Hobi Pelisiran
Ilustrasi. (net)

KLIKBALIKPAPAN.CO – Usai pemberitaan kegiatan kunjungan kerja yang dilakukan DPRD Balikpapan di tengah kondisi defisit anggaran, membuat masyarakat geram. Kegiatan itu dinilai warga sangat membuang-buang anggaran yang harusnya kegiatan dapat ditunda sesuai apa yang direkomendasikan Ketua DPRD Balikpapan.

Wawan, warga Kelurahan Muara Rapak, Kecamatan Balikpapan Utara, menngaku sangat geram dan kecewa setelah membaca berita di KlikBalikpapan. Ia menyebutkan tindakan dewan yang pelisiran tidak mencerminkan wakil rakyat. Harusnya alokasi anggaran dapat diposkan ke pembangunan infrastruktur masyarakat yang masih banyak kekurangan.

"Kondisi keuangan daerah lagi defisit, eh anggota DPRD malah pelisiran ke Mataram dan Aceh. Padahal masih banyak jalan setapak dan selokan kecil di wilayah kelurahan Muara Rapak yang rusak dan harus diperhatikan anggota DPRD," geram Wawan.

Wawan menyebutkan, salah satu contohnya perbaikan jalan yang tidak kunjung selesai di kawasan Kelurahan Muara Rapak yang berada tepat di belakang kantor Kecamatan Balikpapan Utara. Terlihat kondisi tersebut sudah dua tahun terakhir masih dikeluhkan warga karena sering banjir dan rusak.

"Ngapain kunjungan kerja jauh-jauh buang-buang uang. Coba perhatikan jalan-jalan dan infrastruktur warga kalau mereka memang wakil rakyat,” kecam Wawan.  

Ia menegaskan, kalau mereka wakil rakyat harusnya peduli, kesal Wawan.

Heri Sunaryo, Proggram Officer Stabil mengatakan, selama anggota DPRD dilantik dalam kurun waktu 2,5 tahun dinilainya belum terlihat hasil kerjanya. Terlebih dengan tindakannya melakukan kunjungan kerja saat kondisi defisit. Itu dinilainya sebagai tindakan yang tidak manusiawi dan tidak beretika.

"Ngapain rombongan melakukan kunjungan kerja. Saya berani jamin bahwa 45 anggota DPR itu tidak ada yang bisa bikin perda. Yang bikin perda siapa, ya staff ahlinya. Nah silahkan saja tenaga ahli itu yang melakukan studi banding, atau ajak saja salah satu perwakilan dari setiap komisi dan staff ahlinya. Itu lebih efektif daripada rombongan yang pergi dan hasilnya tidak jelas," sesalnya.

Reporter : Ahmad Riyadi    Editor : Rudi



Comments

comments


Komentar: 0