21 Oktober 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Pengamat Nilai Gagasan Patung Beruang Madu di Pantai Manggar Tidak Tepat. Ini Alasannya


Pengamat Nilai Gagasan Patung Beruang Madu di Pantai Manggar Tidak Tepat. Ini Alasannya
Beruang Madu (Helarctos Malayanus), salah satu satwa langka yang menjadi maskot Kota Balikpapan.

KLIKBALIKPAPAN – Sejak tahun 2014 lalu, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan telah merencanakan pembangunan patung beruang madu raksasa di kawasan Pantai Manggar Segara Sari, Kecamatan Balikpapan Timur. Meskipun sampai saat ini pembangunannya belum kunjung terealisasi.

Rencana itu juga sempat menuai penolakan dari kalangan pengamat perkotaan. Salah satunya Wahyullah Bandung, yang menjabat sebagai Ketua Ikatan Arsitektur Indonesia (IAI) Cabang Balikpapan.

Dia menilai, pembangunan patung beruang madu setinggi 12 meter di Pantai Manggar tidak tepat. Alasannya, kawasan itu merupakan kawasan wisata minapolitan berbasis pertanian, kelautan dan perikanan.

“Secara sederhana Manggar itu kan kawasan wisata minapolitan, jadi kalau ada ikon seperti itu apakah nyambung? Sebaiknya tempatkan di lokasi yang betul-betul strategis seperti di tengah kota atau di depan bandara,” katanya.

Wahyullah menilai kawasan Manggar lebih pas jika dipasangi ikon yang berhubungan dengan sektor minapolitan, seperti hewan-hewan laut atau tanaman unggulan pertanian Balikpapan.

“Kami dari IAI sejak dulu menyuarakan agar desain ikon kota baik berupa patung atau bangunan gedung, disayembarakan secara nasional. Begitu pula penempatannya, harus disesuaikan dengan lokasi yang pas, sehingga identitas kota itu sesuai peruntukan,” bebernya.

Melalui pola sayembara itu, Wahyullah yakin hasilnya akan lebih selektif dan transparan. Masyarakat di seluruh daerah juga dapat bersaing menuangkan konsep dan gagasannya.

(*)

Reporter : Abdul Haris    Editor : Klik Balikpapan



Comments

comments


Komentar: 0