19 Januari 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Curhatan Walikota Rizal: Kita Tidak Punya Uang, Mohon Jangan Marah


Curhatan Walikota Rizal: Kita Tidak Punya Uang, Mohon Jangan Marah…

KLIKBALIKPAPAN.CO – Air muka Walikota Balikpapan Rizal Effendi, tidak cerah. Pipinya sedikit memerah. Guratan kekecewaan tak dapat lagi disembunyikan. Ia menarik nafas sebentar. Seper sekian menit diam. Lalu, meledaklah curahan isi hatinya.

Dalam sambutannya ketika pengangkatan CPNS di laman kantor pemkot, kemarin, Rizal menyampaikan curhatannya kepada seluruh pegawai pemerintahan yang hadir. Ia menyampaikan tahun ini benar-benar krisis keuangan yang sangat berat baginya. Rizal sangat kecewa dana bagi hasil dari pusat tidak cair.

"Apa yang terjadi dengan DBH ini saudara sekalian?” Rizal memulai  keluhannya dengan pertanyaan. Ia melanjutkan, Desember tahun 2015 yang seharusnya Balikpapan menerima transfer triwulan keempat sebesar Rp 283 miliar, tapi semuanya dihapuskan pemerintah pusat.

“Saat kita ingin membayar semua kegiatan di akhir Desember 2015, datang kabar buruk dari pusat, transfer itu tidak dibayarkan," keluh Rizal.

Padahal, Rizal meneruskan keluhannya, saat Joko Widodo datang ke Balikpapan, ia bertemu langsung dengannya dan menyampaikan keluhannya terkait DBH yang tidak cair. Bahkan ia menyampaikan petaka ini adalah pertama kalinya terjadi di Indonesia dalam sejarah pemerintahan di Indonesia.

Pendapatan kita istilah kerennya cekak, kita tidak punya uang. Sekali lagi saudara-saudara mohon jangan marah...

"Ketika Bapak Jokowi datang ke Balikpapan, saya diterima khusus di kamar beliau. Saya katakan kepada beliau, ‘Bapak, seumur-umur dalam tata kelola keuangan baru kali ini pemerintah memutus dana bagi hasil di akhir tahun anggaran’. Itu dialami hampir seluruh provinsi," ujarnya menahan kekecewaan.

Rizal juga mengaku kecewa atas keputusan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Sebab keputusannya memangkas lagi dana transfer ke daerah sebanyak Rp 130 triliun termasuk dana bagi hasil.

"Belum berakhir saudara-saudara, itu baru Rp 283 miliar. Penggantian Menteri Keuangan yang baru, Ibu Sri Mulyani tiba-tiba memberikan pengumuman, kita pangkas lagi dana transfer daerah sebanyak Rp 130 triliun termasuk dana bagi hasil," ungkapnya.

Kekecewaan itu ia tumpahkan lagi saat dirinya bertemu dengan Jokowi pada pertemuan pembahasan inflasi di Jakarta, beberapa waktu lalu.



Reporter : Ahmad Riyadi    Editor : Rudi



Comments

comments


Komentar: 0