20 Juni 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Waah, Antrian Rekam e-KTP di Balikpapan Seperti Pengungsi Suriah


Waah, Antrian Rekam e-KTP di Balikpapan Seperti Pengungsi Suriah
Warga Balikpapan menyemut, membentuk antrian mengular laiknya pengungsi Suriah. Padahal ini penampakan warga yang sedang mengurus perekaman e-KTP. Mendagri kembali menegaskan: tidak ada batas akhir pengurusan dan tidak ada sanksi. (Fb: Syukri Wahid)

KLIKBALIKPAPAN.CO – “Ini bukan pengungsi Suriah. Ini adalah warga Kota Balikpapan yang baru mau rekam e-ktp setelah pemerintah pusat mengeluarkan batas akhir perekaman, walhasil kantor Disdukcapil tidak bisa menampung.”

Demikian ditulis Ketua Komisi I DPRD Balikpapan, Syukri Wahid, yang memposting foto antrian e-KTP warga Balikpapan ke dinding Facebooknya, Rabu, 31/8/2016. Saat dihubungi, Syukri menilai membludaknya warga menjadi sesuatu yang pelik.

Sebetulnya, kata Syukri, selama ini sudah hampir tiga tahun Pemkot Balikpapan menjemput bola dan mengimbau warga.

Tetapi mungkin sosialisasi yang kurang optimal, capaiannya akhirnya kurang dari yang diharapkan. “Mohon maaf, kesadaran warga juga sepertinya masih kurang. Baru paska ancaman Mendagri tentang batas akhir perekaman e-KTP, masyarakat berduyun-duyun mengurus,” ujar Syukri, dari balik selulernya.

Lautan manusia yang mengurus perekaman tampak di kantor Disdukcapil Balikpapan. (Fb SW)

Padahal, Mendagri sendiri mengingatkan jika batas akhir itu hanya uji coba. Artinya perekeman e-KTP tidak ada batas akhirnya. Setiap hari sampai kapanpun akan terus dilayani. Keterlambatan di luar deadline 30 September 2016, juga tidak ada sanksinya. Ini yang perlu diluruskan.

Kata Syukri, antrian mengular perekaman di Disdukcapil Balikpapan sudah berlangsung sejak tanggal 29 Agustus lalu, sampai hari ini. Antrian terjadi juga lantaran minimnya fasilitas di Disdukcapil, seperti alat yang terbatas, tempat yang kurang representatif, tenaga kerja yang kurang banyak.

Biasanya, dalam satu hari Disdukcapil melayani 300-400 warga untuk mengurus seluruh layanan kependdudukan. Bukan hanya e-KTP. Namun, paska ancaman mendagri, yang disalah artikan masyarakat, akhirnya terjadi penumpukan antrian. “Membludaknya sangat luar biasa.”

Syukri menyarankan, Disdukcapil segera menambah tenaga tambahan khusus melayani perekaman e-KTP.  Masyarakat pun diminta tak perlu panik. Sebab, deadline e-KTP tidak ada batas akhir dan tidak ada sanksi. 

Reporter :     Editor : Klik Balikpapan



Comments

comments


Komentar: 0