19 September 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Target Perda Belum Dituntaskan, DPRD Balikpapan Lebih Rajin Pelisiran


Target Perda Belum Dituntaskan, DPRD Balikpapan Lebih Rajin Pelisiran
Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Syarifuddin Oddang . (Ahmad Riyadi)

KLIKBALIKPAPAN.CO – Target peraturan daerah DPRD kota Balikpapan sebanyak 43 perda masih belum bisa terpenuhi. Dalihnya banyak terjadi kendala. Termasuk ada empat perda yang dibatalkan pusat membuat target perda di Balikpapan semakin banyak kekurangan. Salah satu tugas utama belum diselesaikan, namun beberapa waktu lalu DPRD Balikpapan malah mendahului untuk pelisiran.

Dewan berdalih tetap optimis mampu menyelesaikan perda sesuai target yang masuk dalam Program Legislasi Daerah.

Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Syarifuddin Oddang mengakui hingga saat ini target capaian perda masih belum terpenuhi. Pihaknya yakin akan diselesaikan hingga akhir Desember untuk mencukupi sebanyak 43 perda.

"Belum, ini mudah-mudahan bisa terpenuhi. Tapi kan kemarin ada perda yang dibatalkan pusat. Kita harus evaluasi semua. Cuma kan jangan melihat target perda sebanyak itu tapi melihat bagaimana perda itu bisa dijalankan," kata Oddang saat menghadiri kegiatan kontes sapi di Rumah Potong Hewan di KM.5,5, Rabu, 31/8/2016.

Meski optimistis diselesaikan hingga akhir Desember, ia mengaku belum mendapat laporan berapa jumlah keseluruhan perda yang telah disahkan.

"Saya belum laporannya berapa perdanya. Insya allah bisa dapat, ini kan sampai Desember karena sudah masuk prolegda," tambahnya.

Oddang menyebut, kendala-kendala belum tercapainya jumlah perda bukan kesalahan dari pihak DPRD Balikpapan. Kendala tersebut dikarenakan adanya perubahan-perubahan dalam teknisnya.

"Kendala-kendala perda pendidikan belum selesai karena ada kewenangan provinsi yang diambil alih daerah. Nah yang kemarin kan SLTA, sehingga bukan kesalahan kita. Kita kan sudah masuk prolegda, tinggal pengesahan saja ternyata berubah lagi. Jadi kendala itu bukan dari kita, tapi dari konsideran itu. Artinya, seharusnya kita sahkan tapi ada perubahan," jelasnya.

Meski begitu untuk memenuhi kekurangan tersebut, pihaknya berencana mengesahkan lima perda lagi pada September mendatang.

"Yang kemarin itu ada lima, bulan depan kalau gak salah disahkan. Karena itu kan tinggal pendapat akhir fraksi sehingga tinggal pengesahan saja," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, pelisiran anggota dewan Balikpapan mendapat kecaman keras warga. Terlebih, dilakukan saat krisis keuangan. 

Wawan, warga Kelurahan Muara Rapak, Kecamatan Balikpapan Utara, misalnya. Ia mengaku sangat geram dan kecewa mengetahui dewan pelisiran. Ia menyebutkan tindakan dewan itu tidak mencerminkan wakil rakyat. Harusnya alokasi anggaran dapat diposkan ke pembangunan infrastruktur masyarakat yang masih banyak kekurangan.

"Kondisi keuangan daerah lagi defisit, eh anggota DPRD malah pelisiran ke Mataram dan Aceh. Padahal masih banyak jalan setapak dan selokan kecil di wilayah kelurahan Muara Rapak yang rusak dan harus diperhatikan anggota DPRD," geram Wawan.

 

Reporter : Ahmad Riyadi    Editor : Klik Balikpapan



Comments

comments


Komentar: 0