23 Juli 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Delapan Tahun di Hutan Kalimantan, Pemuda Ini Dijuluki Tarzan


Delapan Tahun di Hutan Kalimantan, Pemuda Ini Dijuluki Tarzan
Nur, dijuluki Tarzan Kalimantan, karena tinggal sebatang kara dalam hutan selama delapan tahun. (koransindo)

KLIKBALIKPAPAN.CO – Ramai pemberitaan di dunia maya tentang hidup pemuda yang kisahnya mirip Tarzan. Nur, sang pemuda itu, warga Desa Bahaur, Kelurahan Batu Raya, Kecamatan Kahayan Kuala, Kabupaten Pulang Pisau atau Pulpis, Kalimantan Tengah.

Kisahnya mendapat respon masyarakat Kalteng. Banyak anggapan Pemerintah Kabupaten Pulpis seolah membiarkan kehidupan Nur yang memprihatinkan. Ia sudah delapan tahun hidup sendirian di dalam hutan.

Dikutip dari media kabarkalimantan, Nur mengalami gangguan mental sehingga orangtua pemuda ini terpaksa mengasingkannya ke dalam hutan.

Seorang warga Pulpis, Vinsen mempertanyakan diasingkannya Nur alias Tarzan ke dalam hutan. “Apakah ini solusi yang baik,” ujarnya, Jumat, 14/10/2016.

Meski Nur mengalami gangguan mental terlalu tega mengungsikan ke hutan. Padahal Pemkab Pulpis memiliki Rumah Sakit Jiwa Kalawa Atei di Kecamatan Bukit Rawi. “Untuk apa punya RSJ jika pemerintah tidak bisa carikan solusi," protesnya.

Tarzan Kalimantan ini sebenarnya memiliki orangtua. Ayahnya bernama Bella dan ibunya adalah Sumiati. Entah apa alasannya sejak delapan tahun terakhir Tarzan tinggal di hutan sendirian.

“Saya kasihan, dulu waktu pertama melihat anak itu terlihat sehat dan segar, namun akhir-akhir ini anak tersebut kondisinya semakin memprihatinkan. Tidak tahu umurnya berapa," ujar warga Desa Bahaur, dikutip dari Sindonews.

Menurutnya, Nur tidak dibekali alat masak, bahkan untuk makan hanya diberi satu kali dalam sehari. "Untuk menyambung hidup, sang Tarzan ini hanya memakan dedaunan yang ada di sekitar tempatnya berteduh," jelasnya.

Reporter : S. Mattangkilang    Editor : Klik Balikpapan



Comments

comments


Komentar: 0