19 Januari 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Ini Kata Dewan soal Membengkaknya Anggaran untuk Ketua DPRD


Ini Kata Dewan soal Membengkaknya Anggaran untuk Ketua DPRD
Rancangan Kerja Perubahan anggaran SKPD Sekretariat DPRD Balikpapan.

KLIKBALIKPAPAN.CO – Di Anggaran Sekretariat DPRD Balikpapan, beberapa jenis anggaran mengalami perubahan. Salah satu yang mencolok anggaran pengadaan peralatan rumah jabatan ketua DPRD Balikpapan berupa Exhaust, AC dan karpet.

Data yang diperoleh KlikBalikpapan, untuk pengadaan ini, di APBD Murni 2016 nilainya hanya sebesar Rp 10,3 juta, akan tetapi  di anggaran perubahan APBD 2016 mengalami peningkatan dan berubah menjadi Rp 428.100.000,00 atau mengalami kenaikan sebesar Rp 417.800.000,00.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Balikpapan, Abdulloh, dihubungi beberapa kali belum ada jawaban. Saat nomor ponselnya diklik, hanya terdengar jawaban, “Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan. Cobalah beberapa saat lagi.” Begitu seterusnya, dihubungi beberapa kali. 

Klikbalikpapan, terus mencoba meminta konfirmasi pihak dewan lain. Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, yang juga anggota Banggar, Idha Prahastuty, enggan memberi komentarnya soal dana bagi pemimpinnya.

“Aduh. Silakan tanya ke Sekwan. Saya belum lihat datanya. Saya lagi di Dinas Sosial,” elak Idha, yang langsung menutup selulernya, sore ini, 20/10/2016. Dikonfirmasi, Sekwan pun belum memberi jawaban. Ponselnya tidak aktif.

Anggota Banggar lain, yang juga Ketua Komisi I, Syukri Wahid, baru berkenan memberi komentarnya. Kendati sempat menghindar, namun saat didesak, ia memberi penjelasannya.

Kata Syukri, ia belum melihat rincian data itu. DPRD Balikpapan pun masih menyisakan dua kali paripurna lagi. “Itu ranah pimpinan. Tapi anggaran belum diketuk. Masih bisa direvisi,” ujarnya.  

Hal yang jelas, lanjut Syukri, anggaran apapun harus dilihat dari skala prioritas. Ada dua hal yang patut diperhatikan, yaitu, sebutnya, penting dan mendesak. “Seberapa penting dan mendesak,” ujarnya.

Ketika angka-angka dan kebutuhan dibacakan Klikbalikpapan, ia tertawa. “Kalau tidak mendesak seharusnya bisa dihilangkan. Misalnya, karpet. Kan itu bisa dihilangkan atau ditunda. Tapi, mendesak itu subjektif,” jelas Syukri.

Syukri mengakui, meski dirinya masuk dalam Banggar, tetapi belum menelisik anggaran tersebut. “Tetapi kalau memang urgensinya tidak darurat, ya seharusnya bisa direvisi. Belum diketuk, kok,” tegasnya. 

Klik Juga: Wow! Pengadaan untuk Rumah Tangga Jabatan Ketua DPRD Rp 428 Juta

Reporter : rap    Editor : Rudi



Comments

comments


Komentar: 0