24 November 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Anggaran Karpet Rujab Ketua DPRD Balikpapan, Ini Pembelaan Abdulloh


Anggaran Karpet Rujab Ketua DPRD Balikpapan, Ini Pembelaan Abdulloh
Rancangan Kerja Perubahan anggaran SKPD Sekretariat DPRD Balikpapan. (ist)

KLIKBALIKPAPAN.CO – Membengkaknya alokasi anggaran pengadaan peralatan rumah jabatan atau rujab Ketua DPRD Kota Balikpapan, dari Rp 10 juta menjadi Rp 428 juta menuai kritikan pedas dari masyarakat.

Terlebih, di tengah terpaan gelombang kebangkrutan Balikpapan. Sewajarnya alokasi anggaran itu bisa dihapus atau dialihkan pada kebutuhan masyarakat yang jauh lebih besar dan bernilai.

Polemik ini diklarifikasi langsung yang bersangkutan, Ketua DPRD Balikpapan, Abdulloh. Ia mengatakan anggaran itu sejak awal masuk di anggaran APBD murni 2016, namun lantaran belum terbayarkan akhirnya dikucurkan pada APBD Perubahan 2016 ini.

"Itu dianggarkan di 2016 anggaran murni tapi tidak terbayarkan kemudian diluncurkan di APBD Perubahan. Insya Allah, itu sudah tinggal membayar ya,” jelas Abdulloh.

Ia mengklaim, bukan semua untuk rumah dinas. Katanya, itu yang Rp 425 juta termasuk perlengkapan kantor, AC kantor, Exhaust fan kantor, ruang paripurna.

Abdulloh beralasan, dianggarkannya peralatan itu lantaran datang dari keluhan masyarakat yang sering melaksanakan kegiatan di rumah jabatan ketua DPRD. Atas dasar itu, pimpinan dewan mengajukan alokasi anggaran peralatan rumah dinas terkait.

Klik Juga: Dewan Tertawa, Krisis Keuangan Tapi Anggaran Karpet Diselipkan untuk Ketua DPRD

Bahkan, seolah Abdulloh menjadikan pengajian masyarakat sebagai tameng. "Ini keluhan-keluhan masyarakat. Pengajian keringatan, panas, bau dan sebagainya apa salahnya dilengkapi,” elak Abdulloh.  

Sedangkan masyarakat, sambungnya, setiap Minggu melakukan aktivitas disana. “Apa salahnya kalau masyarakat mendapatkan fasilitas yang layak dan bukan saya yang menggunakannya kok, masyarakat. Boleh cek kegiatan-kegiatan di rumah dinas," tantang Abdulloh.

Abdulloh mengelak apabila anggaran itu hanya dialokasikan untuk rumah jabatan. Melainkan untuk perlengkapan kantor DPRD pula.

Namun bila menilik lagi data yang diperoleh Klikbalikpapan, alokasi anggaran pengadaan peralatan kantor justru ikut-ikutan membengkak sebesar Rp 100 juta dari sebelumnya Rp 526.600.000 menjadi Rp 625.600.000.

Klik Juga: Wow! Pengadaan Exhauts, Ac dan Karpet Ketua DPRD Rp 428 Juta

Kendati demikian, Abdulloh tetap membela diri. "Itu pengadaan tinggal bayar, itu sudah murni di 2016 dan bukan rumah dinas saja. Ada karpet untuk ruang paripurna, exhaust fan untuk kantor, beberapa AC dan sebagainya bukan untuk rumah dinas. Rumah dinas itu tidak dimiliki ketua DPR," elak Abdulloh.

Abdulloh mengatakan alokasi anggaran ini juga diperuntukkan untuk masyarakat yang sering mengadakan kegiatan disana. Ia menegaskan rumah jabatan bukan milik ketua DPRD, melainkan milik masyarakat. Sehingga masyarakat sering melakukan pelbagai kegiatan di rumah jabatan ketua DPRD seperti pengajian dan lainnya.

"Apa salah kalau masyarakat yang menikmati kok bukan saya. Kecuali rumah Abdullah di Batu Ampar," terang Abdulloh membela diri.

Klik Juga: Soal Anggaran Karpet Ketua DPRD Balikpapan, Netizen: Parah!!!

Reporter : Ahmad Riyadi    Editor : Nikita Farmela



Comments

comments


Komentar: 0