19 Januari 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Beasiswa Mahasiswa Balikpapan DiPangkas 51 %, Pemkot Kehilangan Arah!!


Beasiswa Mahasiswa Balikpapan DiPangkas 51 %, Pemkot Kehilangan Arah!!
Adhi Supriadi, Direktur Eksekutif Kaltim Inisiatif

KLIKBALIKPAPAN.COM – Pemerintah kota Balikpapan nervous menghadapai kondisi keuangan APBD 2016 yang mengalami defisit.

Di dalam APBD perubahan 2016, terdapat banyak pos srategis mengalami pemangkasan yang cukup besar. Salah satu diantaranya adalah pemangkasan beasiswa stimulan yang diperuntukkan untuk mahasiswa asal Balikpapan.

Di APBD Murni 2016, dianggarkan sebesar Rp 4.713.080.000,00 dipangkas menjadi Rp 2.273.562.000,00 atau 51,76 persen di APBD Perubahan.

Pemangkasan ini adalah kebijakan yang ironis, karena disisi yang lain, Kota Balikpapan dihadapkan pada persoalan kualitas sumber manusia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistis (BPS) Kota Balikpapan tahun 2015, Struktur penduduk Balikpapan berdasarkan tingkat pendidikan yang ditamatkan didominasi oleh tamatan SLTA sebesar 192.253 orang atau 38,48 %, kemudian tamatan SD 92.153 orang atau 18,38 %, tamatan SLTP 91.315 orang atau 18,21 %, Tidak tamat SD 65.698 orang atau 13,10 % dan tamatan sarjana paling kecil hanya 59.278 orang atau 11, 82 %.

Dengan melihat struktur penduduk Balikpapan yang didominasi oleh tamatan SLTA tersebut dan kecilnya penduduk yang mengenyam pendidikan tinggi, semestinya pemerintah kota menjadikan persoalan ini sebagai prioritas pembangunan.

Pemerintah kota Balikpapan tidak konsisten dalam mendorong pembangunan sumber daya manusia. Pada tahun lalu (2015), dianggarkan beasiswa stimulan sebesar 7,9 miliar untuk 2.906 mahasiswa asal Balikpapan. Akan tetapi pada tahun ini hanya dianggarkan 2,2 Miliar, yang berarti ada penurunan sebesar 5,7 miliar.

Alasan defisit keuangan, sebenarnya tidak bisa dijadikan pembenaran untuk melakukan pemangkasan anggaran beasiswa stimulan, karena ini menyangkut kebijakan dan program strategis. Terkecuali, pemerintah kota Balikpapan melihat sebelah mata persoalan pembangunan sumber daya manusia.

Menurut hemat saya, Jika kebijakan ini dilakukan secara konsisten setiap tahun, maka perlahan-lahan Balikpapan akan memiliki penduduk yang didominasi oleh orang-orang dengan tingkat pendidikan yang tinggi.

Sudah menjadi rumus baku, bahwa untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat, maka pendidikan menjadi aspek yang paling penting. Semakin tinggi pendidikan masyarakat suatu daerah, maka semakin tinggi kualitas sumber dayanya.

Namun faktanya, visi dan misi pemerintah kota Balikpapan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, bertolak belakang dengan kebijakan yang ditempuh.

Konsekuensinya, Kedepan, Balikpapan akan dihadapkan pada meningkatnya angkatan kerja tidak terdidik. Kondisi itu akan semakin diperberat dengan diberlakukannya masyarakat ekonomi asean (MEA), dimana akan terjadi migrasi tenaga kerja yang berasal dari Negara-negara ASEAN.

Implikasinya adalah, warga Balikpapan, karena kurang skill dan kompetensi, pada akhirnya akan kalah bersaing dalam memperebutkan lapangan pekerjaan. Warga Balikpapan hanya kebagian pekerjaan-pekerjaan yang hanya mensyaratkan low skill seperti security, cleaning service dan lain sebagainya.

Penulis : adhi Supriadi (Direktur eksekutif Kaltim Inisiatif)

 

Reporter : Don Tampano    Editor : Dimitry Pramudya



Comments

comments


Komentar: 0