26 Juni 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Jamartin Sihite, Satu-satunya Penerima Penghargaan Konservasi Kera Besar di Asia


Jamartin Sihite, Satu-satunya Penerima Penghargaan Konservasi Kera Besar di Asia
Ahli Kera Besar Ian Redmond OBE (kanan) memberikan penghargaan konservasi kepada Jamartin Sihite (kiri)

KLIK BALIKPAPAN - Orangutan termasuk dalam keluarga besar kera besar yang tersebar di seluruh dunia.

Ancaman kepunahan species kera besar membuat United Nation (UN) atau Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) mendirikan organisasi bernama Great Apes Survival Partnership (GRASP) yang membawa misi melestarikan keluarga kera besar di dunia.

GRASP bekerjasama dengan pemangku kepentingan demi mendorong keberlanjutan habitat dan populasi kera besar. Di Kalimantan, salah satu organisasi yang dikenal luas memperjuangkan pelestarian kera besar adalah Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS).

Sesuai namanya, Yayasan BOS yang bermarkas di Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah lebih dari 10 tahun mengusung konsep “sekolah” Orangutan sebagai bekal untuk kembali ke habitat alami di hutan Kalimantan.

Berkat program itu, ratusan Orangutan telah dilepasliarkan ke hutan alami. Bahkan belum sebulan, Yayang, Orangutan yang dilepasliarkan ke hutan Kutai Timur melahirkan anak. Indikasi bahwa Orangutan tidak saja bisa bertahan hidup, tapi bisa menurunkan generasi penerus penyebar benih dan penyubur hutan Kalimantan.

Kemarin, Selasa (28/7/2015) di Kinabalu Malaysia, GRASP memberikan apresiasi terhadap tokoh dunia yang dianggap berpengaruh dan berperan besar terhadap pelestarian kera besar melalui “Ian Redmond Conservation Award”.

Satu-satunya tokoh Asia yang mendapat penghargaan tahun ini adalah CEO Yayasan BOS, Dr Jamartin Sihite.

Penghargaan itu disematkan kepada Jamartin karena dedikasi terhadap pelepasliaran orangutan di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur, sekaligus memberikan harapan besar bagi masa depan orangutan Kalimantan. Jamartin dinilai sebagai tokoh inovatif dan inspiratif dalam konservasi Orangutan di dunia.

Jamartin Sihite adalah alumni Jurusan Ilmu Tanah Institut Pertanian Bogor (IPB) tahun 1989. Dia melanjutkan studi di universitas yang sama dengan Jurusan Ilmu Lingkungan. Setelah lulus tahun 1993, Jamartin kembali menimba ilmu lalu meraih gelar PhD tahun 20014.

Jamartin yang pernah menjadi dosen di Fakultas Arsitektur Lansekap Universitas Trisakti ini sudah malang melintang di dunia NGO yang berbasis lingkungan sejak lulus kuliah.

Dia pernah bekerja bersama WWF (World Wild Fund), TNC (The Nature Conservancy), OSCP (Orangutan Conservation Services Program) dan RHOI (Restorasi Habitat Orangutan Indonesia), sebelum akhirnya memutuskan untuk fokus ke Yayasan BOS sejak Agustus 2011.

Selamat atas capaian Dr Jamartin Sihite. Terus berjuang! Karena perjalanan pelestarian Orangutan Kalimantan masih panjang. 

(*)

Reporter : Sereal Ibrahim    Editor : Klik Balikpapan



Comments

comments


Komentar: 0