19 Januari 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Wanita dan Anak-anak Muslim Rohingya Dikurung, Dibakar Hidup-hidup


Wanita dan Anak-anak Muslim Rohingya Dikurung, Dibakar Hidup-hidup
Ribuan rumah penduduk Muslim Rohingya dibakar.

KLIKBALIKPAPAN.CO – Puluhan wanita dan anak-anak Muslim Rohingya dikurung, lalu dibakar hidup-hidup, kemarin, 17/11/2016 malam.

Sekitar 30 wanita dan kanak-kanak Rohingya, tadi malam, menjadi mangsa kekejaman tentara Myanmar di negeri Rakhine.

Perbuatan tidak berperikemanusiaan pihak berkuasa yang itu dilakukan di Kampung Yay Khae Chaung Khwa Sone, di utara Maungdaw. Penduduk Muslim etnik Rohingya diperlakukan laiknya hewan.

RB News yang melansir Reuters, melaporkan, penduduk Muslim setempat ada yang mencoba melarikan diri namun akhirnya gagal.

Mereka yang melarikan diri ditembak menggunakan di sawah-sawah dan sungai.

Ketua Komunitas Muslim Rohingya, Kya Hla Aung (77 tahun) mengatakan, situasi mereka sangat buruk. Tempat pengungsian suku Rohingya di luar pinggiran Sittwe sangat buruk kondisinya.

"Militer selalu datang menginterogasi kami. Memperingatkan kami untuk tak memberi tempat bagi orang asing yang datang ke pengungsian," ujar Aung seperti dilansir The Guardian, Jumat, 18/11/2016.

Puluhan ribu Muslim Rohingya tinggal di pengungsian. Mereka terusir dari rumahnya setelah terjadinya konflik komunal sejak 2012. Selama ini Pemerintah Myanmar sangat represif dan kejam.

Muslim Rohingya berusaha tak terlihat berkumpul untuk menghindari kecurigaan militer dan Pemerintah Myanmar. Militer Myanmar meminta warga Rohingya di sebuah desa menghancurkan pagar-pagar di sekeliling rumahnya.

Para gadis dan wanita dirogol, kaum lelaki ditahan tanpa sebab yang jelas. Selain itu, sebanyak 3.500 rumah dibakar, yang mengakibatkan sekitar 30.000 penduduk kehilangan tempat tinggalnya.

Reuters melaporkan, kumpulan pelarian itu tidak mungkin balik ke kampung mereka yang masih dipenuhi tentara Myanmar. Gambar satelit menunjukkan desa-desa Rohingya dihancurkan. 

Setelah Aung San Suu Kyi menang pemilu pun, nasib Muslim Rohingya tetap mengkhawatirkan. Rezim di bawah kendalinya melakukan pembantaian kejam kepada perempuan dan anak-anak. Kemanusiaan di Myanmar sekarat di bawah kilau nobel perdamaian sang nyonya.

Reporter : Hamdan    Editor : Akbar Barbara



Comments

comments


Komentar: 0