25 Juni 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Tumpulnya Pisau Pencegahan HIV/AIDS Indonesia


Tumpulnya Pisau Pencegahan HIV/AIDS Indonesia
Muhammad Sultan, Dosen FKM Universitas Mulawarman

Penulis : Muhammad Sultan

Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Mulawarman Samarinda

 

HIV/AIDS telah menjadi bahasa yang sangat popular dalam keseharian hidup manusia. Popularitas HIV/AIDS menembus dinding-dinding peradaban yang memang telah semakin menipis, akibat gesekan arus informasi yang deras. Konsekuensinya, HIV/AIDS semakin akrab dengan setiap penghuni ruang bumi. Mulai dari pejabat hingga rakyat jelata, dari anak-anak hingga orang tua, dan dari kemegahan kota hingga ke primordialitas kehidupan pedalaman.

Wawasan masyarakat tersebut merupakan trend  yang cukup positif. Sayang, masyarakat umumnya mengenal HIV/AIDS sebagai ‘momok yang menakutkan’. HIV/AIDS dianggap penyakit yang diderita oleh orang-orang yang melanggar aturan, yang tidak taat beragama, orang-orang yang dikutuk Tuhan dan pendapat lainnya yang relatif sulit dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Dampaknya terjadi penolakan (resistensi) masyarakat terhadap orang-orang tertentu yang dicurigai sebagai penderita, karena sikap dan perilakunya yang berisiko tinggi (high risk). Apalagi jika terbukti sebagai penderita (ODHA), penolakan masyarakat akan semakin dahsyat hingga menafikan eksistensi kemanusiaan.

Padahal, HIV/AIDS idealnya tidak perlu ditakuti hingga dihindari, tetapi disikapi dengan baik dalam bentuk manajemen yang berorientasi pada praksisitas, berupa program-program penanggulangan. AIDS bukan penyakit tetapi kumpulan beberapa gejala akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh yang disebabkan oleh virus HIV.

Penderita HIV/AIDS bukan hanya mereka yang melanggar aturan, yang tidak taat beragama atau yang dikutuk Tuhan, karena banyak orang yang menjadi penderita karena perilaku berisiko orang lain, seperti petugas kesehatan yang menggunakan jarum suntik yang tidak steril (human error), bayi yang lahir dari ibu penderita (mother to child transmition), istri setia yang tertular dari suami yang tidak setia (not befaithfull), dan lain-lain.



Reporter : Sereal Ibrahim    Editor : Klik Balikpapan



Comments

comments


Komentar: 0