19 Desember 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Balikpapan Bermula dari Kampung Kecil di Teluk Balikpapan


Balikpapan Bermula dari Kampung Kecil di Teluk Balikpapan
Salah Satu Perkampungan di Pesisir Teluk Balikpapan

KLIKBALIKPAPAN - Euforia “kemenangan” Balikpapan menjadi kota paling dicintai di dunia masih belum padam.

Lepas dari perdebatan tentang hal-hal tertentu yang tidak dicintai dari suatu kota, solidaritas warga kota Balikpapan patut diacungi jempol. Pernyataan cinta terhadap kota Balikpapan bertubi-tubi dilayangkan melalui media sosial.  

Dibanding kota tetangganya, Balikpapan sudah pasti lebih bersih dan tertib. Itu dibuktikan dengan segudang penghargaan prestisius di bidang kebersihan dan ketertiban.

Di tengah semangat otonomi daerah, penduduk Balikpapan juga tidak latah membangun semangat primordialisme.

Dengan potensi sosial budaya yang heterogen, penduduk Balikpapan mampu membangun kebersamaan dari keberagaman etnis dan agama. Kebersamaan yang menjadi kekuatan membangun kota. Kota yang akhirnya menjadi kota ternyaman, sekaligus kota termahal di republik ini.  

Balikpapan yang kini telah menginjak senja di usia 118 tahun, punya sejarah yang menarik. Dalam beberapa sumber yang dikumpulkan, Balikpapan konon berawal dari satu kampung yang dihuni oleh Suku Balik.

Jauh sebelum Negara Kesatuan Republik Indonesia berdiri, suku Balik bermukim di Teluk Balikpapan yang dulunya disebut Kampung Sepaku dan Pemaluan, yang saat ini secara administrasi masuk dalam Kabupetan Penajam Paser Utara (PPU).

Suku Balik dalam perkembangannya termasuk dalam kelas ‘ningrat’ karena beberapa generasi suku Balik dipilih menjadi Kepala Suku di Kampung Nenang Besar, yang juga saat ini masuk dalam wilayah administrasi PPU.

Untuk sebutan nama Balikpapan, belum ada referensi pasti tentang waktu pemberian dan makna nama Balikpapan. Jika mengacu pada susunan kata, kata Balikpapan dapat dikategorikan masuk dalam struktur Bahasa Melayu.

Salah satu referensi yang mungkin menjadi penerang adalah buku karya F Valenijn pada tahun 1724. Valenijn dalam buku itu menyebut suatu perkampungan di bagian hulu sebuah Sungai yang bermuara ke Teluk. Perkampungan itu berjarak sekitar tiga mil dari garis pantai. Valenijn menyebut kampung itu bernama BILIPAPAN.

Nama kampung Bilipapan sangat dekat dengan nama Balikpapan. Belum ada penelitian jelas apakah tulisan Bilipapan dalam buku F Valenijn berdasarkan tulisan atau pendengaran tentang sebutan Bilipapan.

Terlepas dari persoalan ucapan maupun pendengaran, kampung Bilipapan yang disebutkan Valenijn, terkait dengan perkampungan suku balik yang bermukim di salah satu hulu sungai di suatu teluk yang kini dikenal dengan nama Teluk Balikpapan. (*)

Reporter :     Editor : Klik Balikpapan



Comments

comments


Komentar: 0