25 April 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Korban Vaksin MR Terus Berjatuhan: Dua Anak Wafat, Sembilan Dirawat


Korban Vaksin MR Terus Berjatuhan: Dua Anak Wafat, Sembilan Dirawat
Keluarga korban yang wafat setelah vaksin MR. (pojokjabar)

KLIKBALIKPAPAN.CO – Vaksin MR yang mengundang kontroversi hebat di masyarakat, terus menelan korban. Setelah Niken yang lumpuh usah vaksinasi, korban tak juga berhenti.

Sedikitnya, dua anak wafat dan sembilan lainnya dirawat di rumah sakit. Meski belum terbukti terkait vaksinasi, namun sebelum vaksin tidak dilakukan cek lab. Anak-anak yang menjadi korban pun sehat wal afiat.

Namun, setelah disuntik tiba-tiba jatuh sakit, koma, bahkan merenggut nyawa.

Iwa Kartiwa (46) dan Mimi Dahlia (40) sampai kini masih saja shock lantaran putri semata wayangnya meninggal dunia setelah mendapatkan imunisasi rubella di sekolahnya. Bahkan, saat awak media mendatangi kediamannya yang berlokasi di Desa Leuwinutug RT 03/06, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, keduanya lebih memilih berdiam diri di dalam.

"Orangtuanya masih shock, biar tenang dulu," ujar paman korban, Yudi Ariandi (39), belum lama ini, 23/8/2017. Iwa dan Kartiwa adalah orangtua dari korban bernama Guna Naziba Yasmin (11), pelajar kelas VI SD yang meninggal usai vaksin.

Seminggu setelah mendapat suntikan imunisasi rubella di sekolahnya SDN Sentul I, tiba tiba anak Naziba lumpuh. Ironinya, ia ditolak di empat rumah sakit. Pihak keluarga sempat mendatangi RS Insani, Annisa, Trimitra, RSUD Cikaret, tapi saat disampaikan Naziba lumpuh akibat vaksin, rumah sakit menolak.

Korban diboyong ke Sentra Medika dan diterima. Tapi di sana ia menghembuskan nafas terakhirnya. Sebelum Naziba, korban yang meninggal menimpa bocah usia empat tahun.

Adalah Dimas, balita berusia 4 tahun warga Dusun Besole Desa RT 1 RW 3 Desa Darungan, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar yang juga meninggal pasca diimunisasi MR. sedangkan korban yang dirawat, selain Niken yang lumpuh, ada delapan anak.

Delapan Balita yang mendapat imunisasi campak rubella di Kabupaten Blitar, terpaksa dirawat di rumah sakit setelah mendapat imunisasi campak rubella. Di daerah ini bahkan ada 125 anak yang terkena dampak negatif vaksin MR. ini belum termasuk kasus yang tak tercatat. Selama ini banyak kasus lain jadi viral tapi tak dipublikasikan media.

Selain banyaknya korban, kontroversi MR juga terkait sertifikasi halal MUI yang sampai kini belum dkantongi. Padahal sejumlah pihak telah mendesak untuk melakukan evaluasi.

ICMI bahkan mendesak pemerintah menyetop program vaksin.  PBNU bergema pula. Wajib pakai yang bersertifikasi halal karena menyangkut hajat kesehatan umat.

Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Asrorun Niam yang mengatakan, MUI memang telah menerbitkan fatwa nomor 4 tahun 2016 yang membolehkan imunisasi.

Menanggapi pernyataan Kemenkes yang berpegang teguh fatwa MUI yang membolehkan imunisasi, Niam menyebut pejabat Kemenkes perlu edukasi. “Itu yang perlu diedukasi pejabat yang seperti itu,” kata Niam, dilansir Rol.

Program ini akan dibagi dua tahap, yakni Agustus dan September 2017 menyasar bayi dan anak sampai usia 15 tahun di Pulau Jawa. Sedangkan Agustus dan Semtember akan digelar di Luar Jawa, termasuk Kaltim. 

Reporter : Deden Raharjo/Int    Editor : Klik Balikpapan



Comments

comments


Komentar: 0