23 April 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Vaksin MR Makan Korban Lagi, Bayi Usia 9 Bulan Meninggal Usai Disuntik


Vaksin MR Makan Korban Lagi, Bayi Usia 9 Bulan Meninggal Usai Disuntik
Vaksin. (gi)

KLIKBALIKPAPAN.CO - Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Satu demi satu, korban Kipi atau kejadian ikutan paska imunisasi, memakan korban lagi. Kali ini merenggut nyawa bayi usia 9 bulan 19 hari asal Indramayu, Royyan Ari Mubarok.

Kematian korban menambah daftar panjang bayi dan anak yang sakit serta meninggal dunia usai vaksin MR. Dalam catatan media ini, Royyan menjadi korban keenam yang wafat usai vaksin MR.

Sedangkan puluhan anak mengalami sakit dengan pelbagai keluhan. Data tersebut juga bisa dilihat dari pihak yang aware terhadap vaksin di laman FB: Tanya ASI for Thinker Mother.

Berikut nama koban yang meninggal dunia usai vaksin MR:

Naziba Yasmin, 11 tahun siswa SDN Sentul I. Korban warga Desa Nutug RT 03/RW 06, Kecamatan Citeuteup, Kabupaten Bogor.

Selanjutnya, Arya Dimas 4 tahun, warga Dusun Besole Desa RT 1 RW 3 Desa Darungan, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar.

Lalu, Sarifah Paradika, 11 tahun. Siswi kelas V SD Negeri Jogoyudan 2 Lumajang Jawa Timur.

Berikutnya Nana Puspita Sari, usia 14 tahun. Siswi SMP Negeri 3 KasihanBantul. warga Dusun Nitiprayan, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul.

Kemudian Abimanyu. Laki-laki. 5 tahun. Rembang, Semarang, Jawa Tengah. TK negeri 2 daleme kabongan.

Royyan Ari Mubarok. Laki-laki, 9 bulan 19 hari asal Indramayu. Eka Rini, ibu dari korban menjabarkan kronologisnya.

Menurutnya, ketika disuntik, anaknya sedang dalam keadaan fit hanya badannya hangat. Tetapi tetap dipaksa bidan atau petugas di Posyandu dengan alasan hangat biasa bekas gendongan tangan ibunya. Akhirnya Royyan pun disuntik vaksin MR.

"Setelah disuntik tidak diberi obat apapun. Setelah itu anak diare tetapi diare kali ini berbeda dari biasanya," ujarnya, seperti didata di laman ASI for Thinke Mother, 28/9/2017.

Menurutnya, jika sudah dibawa berobat dua hari biasanya langsung sembuh. Tapi ternyata tak juga sembuh. Akhirnya dibawa ke bidan. Lalu dilarikan ke klinik. Sayangnya dokter tak sanggup lantaran suhu badan bayi bernama Royyan itu mencapai 41,5 derajat celcius.

"Setelah diberi obat, suhunya turun menjadi 39 derajat. Lalu masuk ruang HCU," kisahnya. Dokter pun mengambil sampel darah dan pup sang korban.

Hasilnya ada virus di kepala bayi Royyan. Korban pun dipasangi pelbagai alat untuk mendapat pengobatan. Namun, panasnya tak juga reda. Akhirnya korban menghembuskan nafas terakhir. "Allah mungkin lebih sayang."

Kasus Kipi ini seperti fenomena gunung es. Sejumlah elemen mulai ICMI, Indonesia Halal Watch, Halal Corner, dan ulama meminta pemerintah menghentikan program vaksin ini.

Tuntutan itu mengacu tiga hal: belum ada sertifikasi halal MUI, vaksin dilakukan dengan pemaksaan dan tidak adanya pertanggung jawaban terhadap korban Kipi. Tiap korban yang jatuh usai vaksin tak pernah diakui sebagai Kipi.

"Kami jadi serem mau vaksin MR. Apalagi kalau menolak malah diminta bikin surat. Tapi tak ada surat tanggung jawab dari nakes atau pemerintah. Lucu kan kok maksa. Ini melanggar UUD 1945," ujar Ayu, ibu rumah tangga asal Bekasi, dalam komunikasi elektronik, 29/9/2017 pagi.

Reporter : Nina Karmila    Editor :



Comments

comments


Komentar: 0