19 Oktober 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Warga Balikpapan Kecewa Taksi Online Ditutup, Nasib Saldo Gimana?


Warga Balikpapan Kecewa Taksi Online Ditutup, Nasib Saldo Gimana?
Ilustrasi taksi online. (gi)

KLIKBALIKPAPAN.CO - Pemkot Balikpapan akhirnya menutup sementara operasional taksi berbasis online di kota banjir ini.

Layanan operasional yang ditutup itu Gojek, Grab dan Uber. Penegasan tersebut diutarakan Kepala Dinas Perhubungan Balikpapan Sudirman Djayaleksana, Rabu, 11/10/2017.

Namun, keputusan itu mengundang kekecewaan warga Balikpapan. Khususnya mereka yang terbiasa menikmati layanan taksi online.

Warga Inpres yang menjadi pelanggan taksi online, Raden, menumpahkan kekesalannya.

"Keputusan blunder. Terburu-buru dan tidak kreatif. Pemkot maunya instan. Terus saldo Go Pay pelanggan bagaimana. Apa Pemkot mau ganti?," ujarnya, 12/10/2017.

Ia berujar, taksi online telah menjadi kebutuhan masyarakat Balikpapan. Selain murah, keamanannya juga terjamin.

"Kenapa takut sama angkot dan taksi konvensional. Apa menjamin taksi online ditutup, pendapatan yang demo itu bisa naik?" tanyanya.

Keluhan sama diutarakan Warganet, yang menumpahkan kekesalannya di laman Fans Page, Klikbalikpapan.

Agnes Lintang, misalnya. Ia pun menanyakan apakah Pemkot Balikpapan bisa menjamin memberi makan jika pekerjaan mereka dihentikan.

Misnah Ashilah, menanyakan saldonya yang masih disimpan di layanan taksi online. "Saya masih punya banyak saldo Go Pay, jadi gimana balikinnya?" tanyanya.

Warganet Balikpapan rerata banyak memberi komentar sakartis atas bentuk protesnya terhadap penutupan ini. "Balikpapan belum siap mengikuti perkembangan zaman," ujar akun Rulli Dwi.

Lain halnya Yustan Jhon. Ia berpandangan, jika Pemkot tak bisa memberi layanan angkutan umum bagi warga Balikpapan, lebih baik tak perlu bertingkah aneh.

"Baru didemo segelintir oknum sudah ketakutan, gimana kalau customer angkutan online bapak-bapak Pemkot."

Warga Balikpapan pun mengeluarkan petisi penolakan penutupan angkutan online. Petisi itu berisi dukungan masyarakat terhadap layanan transportasi online.

"Angkot dan taksi online harus konsukuen. Layani masyarakat seperti Go car atau Grab Car," tuntut Ardiansyah Husein.

Keputusan ditutupnya layanan transportasi online, buntut dari tuntutan aksi mogok massal sopir angkot dan taksi konvensional. Mereka menuntut Pemkot dan DPRD bisa menjembatani masalah terkait.

Reporter : Cunyu    Editor : Klik Balikpapan



Comments

comments


Komentar: 0