24 November 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

63 Ribu Pengguna, Balikpapan jadi Raja Kedua Narkoba di Kaltim


63 Ribu Pengguna, Balikpapan jadi Raja Kedua Narkoba di Kaltim
Ilustrasi (gi)

KLIKBALIKPAPAN.CO - Jumlah pengguna narkoba di kota banjir Balikpapan amat mengkhawatirkan. Di Kaltim, jumlah penggunanya puluhan ribu dan menjadi raja kedua.

Mengacu data Badan Narkotika Nasional Balikpapan, pengguna narkoba jenis sabu-sabu mencapai 63 ribu lebih atau 2,23 persen dari 1,9 juta jumlah penduduk di Kaltim.

Dari jumlah tersebut, Balikpapan berada di peringkat kedua setelah Samarinda sebagai kota terbanyak pengguna sabu-sabu.

Fakta tersebut kembali ditegaskan Analis BNNK Balikpapan, Michael Samosir, dalam talkshow anti narkoba di Kampus Politeknik Negeri Balikpapan, akhir pekan.

"SeIndonesia Kaltim urutan ketiga terbesar pengguna narkoba. Kalau se-Kaltim, Balikpapan kedua. Ini hasil survei terakhir 2015," papar Michael.

Ia menganalisa, alasan warga Balikpapan banyak terjerat iblis narkoba lantaran kota banjir ini sebagai transit dan menjadi pintu utama peredaran narkoba di Kaltim.

Menurut Michael, bandara dan pelabuhan di Balikpapan menjadi salah satu pintu seksi masuknya peredaran narkoba.

"Belum lagi pelabuhan tikusnya," tegasnya. Sehingga jalur masuk narkoba ke Kaltim semuanya melalui Balikpapan. Hal yang ironi, pengguna terbanyak beralih dari pengangguran ke mahasiswa dan pekerja.

Dari 63 ribu lebih jumlah pencandu narkoba di Kaltim, didominasi kalangan pekerja dan mahasiswa.

Ia merinci, dari jumlah itu, sekitar 50 persen kalangan pekerja, 27 persen mahasiswa dan pelajar.

Pihaknya menemukan pengguna narkoba di Balikpapan, dari kalangan pekerja tambang dan pekerja shift. Alasannya mengkonsumsi narkoba lantaran mereka pola hidup dan tidur tak teratur.

"Jadi mereka mengonsumsi narkoba untuk bekerja biar kuat, seperti doping," jelasnya. Untuk pengguna kalangan pengangguran tak sampai 50 persen.

Yakni hanya di kisaran 23 persen. Penyalah gunaan narkoba di lingkungan jobless ini, sambungnya, beralih ke kalangan mahasiswa dan pekerja.

"Kini ada pergeseran penyalah gunaan narkoba. Dulu narkoba didominasi pengangguran, saat ini beralih kepada pekerja dan mahasiswa." Musabanya, dijadikan bahan seperti doping agar kerja lebih kuat dan semangat.

 

Reporter : Cunyu/ Int    Editor : Klik Balikpapan



Comments

comments


Komentar: 0