17 Desember 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Telan Korban Tiga Nyawa, Program Vaksin di Filipina Dihentikan


Telan Korban Tiga Nyawa, Program Vaksin di Filipina Dihentikan
Petugas kesehatan menunjukan vaksin yang ditarik dari peredaran. (AP)

KLIKBALIKPAPAN.CO – Tiga bayi asal Filipina diduga meninggal setelah menjalani vaksinasi. Dugaan sementara, mereka meninggal karena Dengvaxia atau vaksin pencegah demam berdarah yang mereka dapatkan April tahun lalu. Seperti dikutip dari Inquirer, The Volunteers Against Crime and Corruption pun meminta Department of Justice menggali informasi untuk mengautopsi jenazah ketiganya.

Akhirnya Filipina menghentikan penjualan dan distribusi vaksin demam berdarah produksi Sanofi, menurut keterangan otoritas setempat, belum lama ini.

Penghentian dilakukan setelah raksasa industri farmasi Prancis pada pekan lalu memperingatkan vaksin produksinya berisiko memperparah gejala bagi orang yang sebelumnya belum pernah terjangkit demam berdarah.

Badan regulasi menghentikan program imunisasi publik pertama di negara itu. Lebih dari 733 ribu anak sekolah menerima vaksin Dengvaxia.

Otoritas juga memerintahkan penghentian penggunaan vaksin bagi penggunaan pribadi.

"Entah vaksin tersebut digunakan untuk program kesehatan masyarakat atau praktisi swasta, ini produk yang sama. Semua warga menerima peringatan yang sama dari FDA," ujar Menteri Kesehatan Gerardo Bayugo kepada AFP.

Badan Obat dan Makanan Filipina mengatakan, pihaknya telah menarik vaksin itu dari peredaran untuk melindungi masyarakat, demikian dikutip dari laporan AFP.

KLIK JUGA: Skandal Vaksin Filipina Ancam Ribuan Nyawa

Reporter : Nina Kaharwati/ Repub    Editor : Dimitry Pramudya



Comments

comments


Komentar: 0