25 Mei 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Pilkada PPU Tahun Depan Tanpa Kandidat Perseorangan


Pilkada PPU Tahun Depan Tanpa Kandidat Perseorangan
KPU PPU menggelar sosialisasi tata cara pencalonan di Pilkada 2018. (dok)

KLIKBALIKPAPAN.CO – Sampai batas akhir yang ditentukan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten PPU, tidak ada pendaftar menjadi bakal calon bupati dari jalur non parpol. Hal ini bisa berdampak nihilnya kandidat perseorangan di Pilkada PPU 2018.

KPU PPU menetapkan batas waktu akhir penyerahan berkas calon perseorangan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati PPU pada Rabu, 29/11/2017, pukul 00.00 Wita. Tetapi hingga tenggat deadline, tidak satu pun calon yang mendaftar melalui jalur perseorangan.

Informasi ini disampaikan Komisioner Divisi Teknis dan Penyelenggara Pemilu KPU PPU, Saharudin Yunus. Padahal, sebelum deadline berakhir, ada tiga kandidat yang berencana mendaftar melalui jalur perseorangan.

“Bahkan telah melakukan komunikasi dengan KPU,” ujarnya. Tiga calon kandidat itu, sebut Saharudin, yakni Amir Sindrang, Sandra Puspa Dewi dan Hairil. Namun, sampai di akhir waktu pendaftaran ketiganya tidak ada yang menyerahkan berkas persyaratan dukungan calon perseorangan ke KPU.

Saharudin memaparkan, KPU PPU sebenarnya telah memberi waktu lima hari bagi calon perseorangan untuk menyerahkan dokumen dukungan dengan syarat yang ditentukan. Antara lain, bukti lembar salinan KTP-el, bisa pula surat keterangan dinas terkait dari 25-29 November 2017. Tapi, sampai batas akhir semuanya nihil.

Padahal, lanjut Saharudin, salah satu calon kandidat yakni Amir Sindrang telah memenuhi persyaratan jumlah dukungan sebagai calon perseorangan. Sayangnya berkas milik Amir dianggap belum lengkap dan belum pula diteken pihak desa atau kelurahan.

Ia melanjutkan, dengan demikian KPU PPU terpaksa belum bisa memberi identitas pengguna atau User ID Sistem Informasi Pencalonan bagi ketiga calon yang berencana mengikuti Pilkada PPU 2018 melalui jalur perseorangan.

Saharudin menekankan, “Bakal calon perseorangan belum ada yang menyerahkan surat mandat yang sah untuk syarat maju sebagai bupati dan wakil bupati. Jadi,  user ID untuk aplikasi Silon tidak bisa kami berikan,” ujarnya.

Amir Sindrang sendiri mengakui persyaratan dukungan untuk dirinya sudah lengkap. Tapi, ia tetganjal administrasi berkas yang belum ditandatangani pihak desa.

Amir membeber, sampai hari H batas akhir pendaftaran pukul 21.00 Wita, format yang harus ditandatangani pasangan calon serta desa/kelurahan belum ada. “Ini kendala yang membuat kita jatuh. Waktu kita juga terbatas,” jelasnya.

Padahal, ia telah mengumpulkan lembaran salinan KTP-el dukungan sekitar empat bulan. Bahkan dukungan yang diperolehnya telah menembus 14 ribu lembar, sebagai syarat calon perseorangan di empat kecamatan.

“Jumlahnya di atas syarat ketentuan dukungan bagi calon perseorangan yang ditetapkan KPU PPU sebanyak 11.829 dukungan.” Namun, apa mau dikata, sepertinya mimpi Amir untuk maju di pentas Pilkada 2018 bakal sirna.

Reporter : Sutopo    Editor : Klik Balikpapan



Comments

comments


Komentar: 0