20 Februari 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Cakupan Vaksinasi Difteri di MTs Muara Rapak Capai 100 Persen


Cakupan Vaksinasi Difteri di MTs Muara Rapak Capai 100 Persen
Kepala Puskesmas Muara Rapak, Fachmy R. (Klik)

KLIKBALIKPAPAN.CO - Dinas Kesehatan Balikpapan menghelat ORI atau Outbreak Response Immunization alias vaksinasi massal.

Pelaksanaan ini menyusul dtetapkannya KLB difteri di Balikpapan. "Kita laksanakan ORI di Mts N 1 Muara Rapak tanggal 11 Januari," ujar Kepala Dinas Kesehatan Balikpapan, Ballerina.

Kata Ballerina, sebagai pelaksana lapangan, pihak puskesmas setempat dibantu beberapa pihak.

Ditemui Jumat ini, 12/1/2018, Kepala Puskesmas Muara Rapak, Fachmy Rosady, S.Kep, menjelaskan rinci proses itu.

Menurutnya, ORI dilakukan lantaran ada satu warga Balikpapan yang positif difteri, yakni warga Marga Sari yang bersekolah di MTs N 1 Muara Rapak.

"Akhirnya kami melaksanakan ORI di sekolah itu pada seluruh siswa. Jumlahnya 947 siswa. Jadi cakupannya 100 persen," jelas Fachmy.

Siswa yang positif bersekolah di sana, kelas 8. Tapi untuk memutus mata rantai dan memberi imun, ORI diberikan untuk seluruh siswa.

Fachmy berujuar, ada empat tahap yang dilakukan sebelum pelaksanaan ORI. Pertama penyuluhan menyamakan persepsi, kedua pembekalan masalah teknis.

Tahap ketiga, pengambilan sampel pada 42 orang untuk dilakukan cek di laboratorium di Surabaya. Tahap puncak, pelaksanaan ORI atau vaksin massal pada 11 Januari 2018.

"Untuk hasil lab baru bisa diketahui hasilnya 7-10 hari. Mudah-mudahan hasilnya negatif," harap Fachmy.

Untuk vaksin yang diberikan, jelasnya, yakni vaksin Td dengan dua antigen. Setelah ORI selesai, akan dilakukan tahapan mikroskopis positif.

Untuk daerah atau sekolah lain yang bakal mengikuti ORI, pihaknya belum memperoleh jadwal. Sebab, masih tunggu hasil pemetaan.

"Tapi sebelum ORI di Mts, sudah dilakukan ORI di Marga Sari. Selanjutnya sekolah mana saja, itu yang tahu Dinas Kesehatan," ujarnya.

Untuk Kelurahan Muara Rapak, pihaknya sendiri hanya menghandel ORI di Mts terkait.

"Tidak ada jadwal di tempat dan sekolah lain. Tidak ada pula untuk dewasa. Karena stok vaksinnya terbatas, kita gunakan skala prioritas," jelas Fachmy.

Reporter : Dicky Sera    Editor : Klik Balikpapan



Comments

comments


Komentar: 0