20 Februari 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

130 Peluru Ditemukan Dalam Tubuh Orangutan


130 Peluru Ditemukan Dalam Tubuh Orangutan
Foto : COP

KLIKBALIKPAPAN.CO - Satu Orangutan ditemukan di Desa Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur Kalimantan Timur 3/2 lalu oleh warga setempat dalam keadaan mati. 

Dua hari berikutnya tepatnya 5/2 petugas Taman Nasional Kutai (TNK) bersama warga melakukan evakuasi untuk selanjutnya dilakukan rontgen dan autopsi di Rumah Sakit Pupuk Bontang oleh tim Centre for Orangutan Protection (COP), Polres Bontang, Polres Kutai Timur dan KLHK.

Hasilnya sangat mencengangkan karena ditemukan 130 peluru jenis senapan angin bersarang ditubuh Orangutan tersebut. Rinciannya Kepala : 74 peluru, Tangan kanan : 9 peluru, Tangan kiri    : 14 peluru, Kaki kanan    : 10 peluru, Kaki kiri        : 6 peluru dan Dada        : 17 peluru.

"Setelah dilakukan rontgen tim dokter menghitung peluruh dalam tubuh Orangutan ada 130 peluru dan selanjutnya dilakukan autopsi untuk mengeluarkan peluru dan hanya 48 peluru yang dikeluarkan,"jelas Ramadhani, Manager Perlindungan Habitat COP saat dihubungi klikbalikpapan.co, 7/2

Ia menjelaskan Orangutan itu berjenis kelamin jantan dengan usia 5-7 tahun. Hasil otopsi juga menemukan bahwa kedua mata kanan dan kiri buta dikarenakan adanya beberapa peluru disekitar mata. Ditemukan Ada 1 lubang diameter 5mm dipipi kiri. Gigi taring bagian bawah sebelah kiri patah.

Luka terbuka yang masih baru sebanyak 19 titik diperkiraan dari benda tajam. Telapak kaki kiri tidak ada namun merupakan luka lama. Testis kanan terdapat luka sayatan dan bernanah. Lebam daerah paha kiri, dada kanan dan tangan kiri diperkirakan akibat benda tumpul. Temuan dalam usus besar ada 3 biji buah kelapa sawit dan lambung berisi buah nanas.

"Penyebab kematian sementara diperkirakan karena adanya infeksi akibat luka yang lama ataupun yang baru terjadi. 130 peluru adalah terbanyak dalam sejarah konflik antara orangutan dan manusia yang pernah terjadi di Indonesia,"tegas Dani

Ia mengungkapkan munculnya kasus serupa karena lemahnya penyelesaikan kasus dan kurangnya kesadaran masyarakat sehingga kasus seperti ini terus terulang.

Contohnya, Mei 2016 juga telah terjadi motif kasus yang sama dengan lokasi yang tidak terlalu jauh namun tidak terungkap hingga sekarang. Semestinya kasus ini menjadi hal yang memalukan bagi kita semua di tengah upaya Pemerintah melakukan strategi dan rencana aksi konservasi orangutan secara nasional.

“Kami akan berkoordinasi dengan Kepolisian dan KLHK untuk sama-sama kasus ini bisa terungkap. Pengalaman dua pekan lalu pembunuhan orangutan di Kalahien, Kalimantan Tengah bisa terungkap oleh Polda Kalteng. Sehingga kami meyakini ini hanya persoalan keseriusan dari pihak penegak hukum dalam menyelesaikan kasus.”, kata Ramadhani.

Terkait dengan lokasi kemarian Orangutan, pihaknya belum bisa memastikan apakah diwilayah Taman Nasional Kutai atau dipemukiman penduduk.

"Kalau lokasi saya belum bisa memastikan nanti kami berkoordinasi dengan TNK dan warga setempat,"tutupnya

Reporter : Wawan    Editor : Klik Balikpapan



Comments

comments


Komentar: 0