20 Februari 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Kematian Orangutan Di Kutim Disorot Media Asing


Kematian Orangutan Di Kutim Disorot Media Asing
Daily Mail : Screen Shot

KLIKBALIKPAPAN.CO - Kematian orangutan di Kalimantan Timur menjadi sorotan media asing. Mereka ramai-ramai mengutuk aksi bejat hingga berujung tewasnya hewan bernama latin Pongo Pygmaeus Morio itu.

Daily Mail misalnya. Media asal London, Inggris ini menulis berita tersebut berjudul “Orangutan is shot 130 TIMES - with 70 bullets in the head - and hacked with a machete as it becomes the second to suffer horrific death in a week in Borneo.” 

Di berita itu adapula komentar Kapolres Bontang, AKBP Dedi Agustono. Kata Kapolres kematian parimata itu sungguh mengerikan karena terdapat 130 peluru dan luka akibat bacokan senjata tajam. Bahkan, Dedi mengaku baru menemukan orangutan mati tragis seperti ini, karena luka terbanyak yang dia lihat.

Media Inggris lainnya, Independent pun ikut menyoroti.  Berita berjudul “Orangutan dies after being shot 130 times with air gun” ini menampilkan foto Hardi Baktiantoro, kepala Centre For Orangutan Protection (COP) sedang memperlihatkan foto sinar X yang menunjukan letak peluru di dalam tubuh parimata tersebut. 

Independent juga mengatakan jika kematian tersebut merupakan peristiwa mengerikan dalam sejarah konflik antara orangutan dan manusia di Indonesia.

Pun halnya Fox News dan The Guardian ikut menulis berita kematian orangutan yang diketahuo bernama Kaluhara II tersebut.  Keduanya pun menyebut jika kematian itu timbul dari 130 butir peluru yang bersarang di tubuh orangutan yang diperkirakan umurnya sekira 5-7 tahun ini. Yaitu, terdapat di tangan kanan 9 peluru, tangan kiri 14 peluru, kaki kanan 10, kaki kiri 6, sedangkan dada 17 peluru serta ada peluru dimata sehingga membuatnya . Paling banyak di kepala 74 peluru. 

Hingga kini, Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) melakukan penyelidikan atas kasus kematian orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) korban tembak di sekujur tubuhnya pada Selasa (6/2/2018) dini hari.

"Kasus kematian orangutan ini menjadi perhatian Polda Kaltim. Tim dari polres dan polda sudah turun ke lapangan untuk melakukan penyelidikan," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kaltim Komisaris Besar Polisi Ade Yaya Suryana.

Ia menyatakan, tim Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kutai Timur dengan dukungan Drektorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kaltim ditugasi ke Taman Nasional Kutai (TNK), lokasi pertama kali ditemukannya orangutan itu oleh warga, untuk keperluan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mencari barang bukti tambahan. (*)

 
Reporter : Omar NR    Editor : Klik Balikpapan



Comments

comments


Komentar: 0