22 Juli 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Momentum Membentuk Demokrasi Berintegritas


Momentum Membentuk Demokrasi Berintegritas
Muhammad Husni Fahruddin Al Ayub (klik)

Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU) Provinsi Kalimantan Timur menginisiasi kegiatan Deklarasi Tolak dan Lawan Politik Uang dan Politisasi SARA untuk Pilkada Kaltim 2018 yang berintegritas sangat krusial di lakukan karena Kaltim sebagai salah satu daerah yang di kategorikan memiliki kerawanan tinggi.

 
Bersama rakyat awasi pemilu dan bersama Bawaslu tegakkan keadilan pemilu, merupakan slogan yang adi luhung demi terciptanya produk pemilu yakni pemimpin dan wakil rakyat yang berintegritas.
 
Sebuah momentum tekad dan kebersamaan karena juga di hadiri oleh pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Kalimantan Timur, soliditas dan solidaritas menghilangkan politik uang dan politisasi SARA memang seharusnya dilakukan secara bersama-sama karena strategi dan teknis politik negatif dan hitam ini tentu saja akan menghasil pemimpin dan wakil rakyat yang tidak berintegritas.
 
Pentingnya kebulatan tekad memerangi politik negatif dan hitam ini seharusnya menjadi bagian dari prinsip setiap pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur sehingga menjadi kewajiban setiap calon kepala daerah untuk dapat ikut serta dan hadir dengan memberikan komitment untuk berperang terhadap hal tersebut.
 
Pemilu tanpa politik uang dan politisasi SARA ini akan melahirkan kepala daerah dan wakil rakyat yang berkomitmen menjadi pelayan masyarakat dan tentu saja memberikan kesejahteraan dan keadilan bagi rakyat.
 
(Samarinda, 14 Februari 2019, jam 10.30, Menghadiri undangan Bawaslu untuk deklarasi tolak dan lawan politik uang dan politisasi SARA, agak galau karena dari 4 paslon ternyata ada 2 paslon yang tidak hadir)

 

Oleh : Muhammad Husni Fahruddin Al Ayub

 
 
Reporter : Wawan    Editor : Klik Balikpapan



Comments

comments


Komentar: 0