22 Juli 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Penarikan Albothyl di Balikpapan Diberi Jangka Waktu Sebulan


Penarikan Albothyl di Balikpapan Diberi Jangka Waktu Sebulan
Kepala Dinas Kesehatan Balikpapan, Ballerina. (Klik)

KLIKBALIKPAPAN.CO - BPOM RI resmi melakukan penarikan terhadap obat sariawan merek albothyl. Produk yang dikeluarkan Pharos ini diduga bisa membahayakan konsumen.

Kepala Dinas Kesehatan Balikpapan, Ballerina, menjelaskan penarikan  obat albothyl  yang masih beredar di Balikpapan adalah kebijakan dari BPOM Provinsi Kaltim sesuai instruksi BPOM pusat.

Sedangkan Dinas Kesehatan Balikpapan hanya mendampingi saat penarikan dilakukan.  

Menurutnya BPOM pusat telah mengintruksikan seluruh daerah untuk menarik obat obat albothyl.

"Untuk penarikan diberikan jangka waktu selama 1 bulan ini," kata Ballerina.

Ia menjelaskan berdasarkan intruksi BPOM pusat, obat albothyl mengandung policresulen yang memiliki risiko lebih besar dibandingkan manfaatnya.

Ballerina menjelaskan, PT Pharos Indonesia sudah diberikan imbaun oleh BPOM pusat untuk segera menarik obat albothyl.

"Jika mereka tidak melakukan penarikan obat albothyl, maka bakal diberi sanksi," tuturnya.

Kendati demikian, menurut Ballerina, sejauh ini belum ada warga Balikpapan yang mengeluh terkait penggunaan obat albothyl.

Penarikan albothyl menjadi satu tanda besar bagi masyarakat. Pertama obat ini telah digunakan masyarakat berpuluh tahun, tapi tiba-tiba ditarik. Kedua, penarikan ini jauh berbeda dengan vaksin MR dan difteri.

Belum ada laporan siginifikan terhadap keluhan pemakaian albothyl. Namun, sudah dilakukan penarikan. Sedangkan vaksin MR dan difteri, berkali-kali telah menyebabkan jatuhnya korban jiwa. Dari sakit, lumpuh sampai meninggal dunia.

Terbaru, beberapa hari lalu ratusan santri di tiga pesantren di Madura menderita sakit setelah diberi vaksin difteri. Kendati demikian, tidak pernah ada pengakuan akibat cedera vaksin, apalagi penarikan seperti di Jepang dan Fhilipina.

Reporter : Wawan    Editor : Klik Balikpapan



Comments

comments


Komentar: 0