20 September 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Meneledani Rasulullah dalam mewujudkan Balikpapan Madinatul Iman


Meneledani Rasulullah dalam mewujudkan Balikpapan Madinatul Iman
Penulis : Amalia Putri Ilma (dok pribadi)

Media sosial saat ini sedang ramai dengan postingan merah jambu mengingat momentum Valentine's Day yang jatuh dibulan Februari. Tak hanya semaraknya postingan Valentine's day tetapi yang cukup menarik perhatian adalah banyaknya postingan tentang HUT kota Balikpapan ke 121 yang jatuh pada tanggal 10 Februari. 

Perayaan yang bertajuk pada tema keberagaman budaya yang ternyata tak hanya ramai di Media Sosial tetapi juga di kalangan masyarakat Balikpapan. Berbagai kegiatan yang diadakan dalam rangka HUT kota Balikpapan ke 121 hingga kabarnya sampai menghabiskan dana sebesar Rp1.1 M. 

Dana Rp1.1 M bukanlah jumlah yang sedikit untuk hanya digunakan pada sebuah perayaan HUT Kota daerah. Jika kita koreksi lagi dari kota yang dijuluki dengan kota layak huni ini, maka kita menemukan banyak permasalahan yang belum tertuntaskan seperti banjir yang selalu menjadi bayang bayang ketakutan masyarakat ketika hujan turun. 

Belum adanya penyelesaian masalah banjir, masyarakat balikpapan pun juga semakin was-was dari tindak kejahatan yang sampai saat ini meningkat angka kriminalitasnya di Balikpapan. Seperti yang baru saja terjadi pemerkosaan sejumlah siswi SMA oleh empat remaja tentunya kasus ini membuat miris mendengarnya. 

Bisa ditegaskan bahwa semua permasalahan tersebut semakin menjauhkan Balikpapan dari slogannya yaitu Kota layak huni. Terlebih lagi negeri ini yang tidak dilandasi dengan Aqidah Islam melainkan condong mengikuti negeri-negeri barat yang menjadikan asas dalam membangun kehidupan bermasyarakat, yakni pemisahan agama dengan kehidupan (sekuler). 

Sehingga dengan ideologi kapitalisme yang dimiliki negeri-negeri barat tentu wajar jika memunculkan perayaan yang bersifat hedonis di negeri ini termasuk yang terjadi di Kota Balikpapan ketika melihat fakta bahwa perayaan HUT Kota yang menghabiskan dana Rp1.1 M tersebut. 

Jika melihat itu semua alangkah baiknya momentum HUT kota Balikpapan tidak dijadikan ajang berfoya-foya (Hedonis) tetapi digunakan untuk muhasabah atau mengkoreksi setiap permasalahan yang ada di kota Balikpapan.  

Jika kita memutar balik sejarah kota Balikpapan bahwa sekitar ratusan tahun yang lalu Benua Etam pernah memiliki keterkaitan dengan Kekhilafahan Ustmani.  Bisa dilihat dari penyebaran Islam di Kalimantan Timur dulunya seperti kesultanan Kutai Kertanegara, Kesultanan Pasir, Kesultanan Berau, dan kesultanan yang lainnya ada keterkaitan dengan Khilafah dan juga ketika itu kesultanan menerapkan undang-undang-undang Syariah Islam. 

Sejarah membuktikan bahwa dengan menerapkan penerapan Islam secara sempurna maka negara aman dan makmur seperti khalifah yang mampu mengelola dan mengatur infrastruktur dengan baik dan nilai kriminalitas yang rendah bahkan dapat dihitung dengan hitungan jari saja.

Seperti halnya Rasulullah ketika hijrah dari kota Mekah ke Kota Madinah, dan Rasulullah membangun kota Madinah sehingga terwujud Baldatun Thoyyibatun wa Rabbun Ghofur yaitu suatu negara yang aman dan makmur dengan limpah karunia Allah yang maha Pengasih. Dengan melihat keberhasilan Rasulullah dalam membangun Kota Madinah sehingga terwujud Baldatun thayyibatun wa Rabbun Ghofur,  maka kaum muslim khususnya Kota Balikpapan dapat belajar untuk meneladani Rasulullah dalam membangun negara yang aman dan makmur sehingga Kota Balikpapan pun bisa menjadi kota Madinatul Iman.

Penulis : Amalia Puteri Ilma

Warga Sumber Rejo Balikpapan

 

silahkan kirim opini anda melalui email : balikpapanklik@gmail.com disertai biodata penulis dan foto.

 

Reporter :     Editor : Klik Balikpapan



Comments

comments


Komentar: 0