25 April 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Setelah Ratusan Santri Jadi Korban, 750 Siswa MAN Tolak Vaksin Difteri


Setelah Ratusan Santri Jadi Korban, 750 Siswa MAN Tolak Vaksin Difteri
Ratusan santri sakit massa usai vaksin difteri di Pamekasan, Madura. (Beritalima)

KLIKBALIKPAPAN.CO - Ratusan santri di tiga pesantren di Madura yang mengalami sakit massa usai vaksin difteri, menimbulkan keresahan bagi masyarakat.

Bahkan, para pelajar yang menjadi sasaran vaksin mengalami trauma. Akibatnya, sebanyak 750 Siswa Madrasah Aliyah Negeri 1 Pamekasan menolak untuk disuntik vaksin Difteri.

“Saya gak mau karena takut kejadian yang menimpa para santri di Kadur itu,” tutur Amalia kelas XII IPA 2, dikutip dari beritalima.

Kepala MAN 1 Pamekasan Mohamad Syarif mengakui siswanya menolak diberi vaksin difteri lantaran trauma atas kejadian ratusan santri di tiga pesantren yang jadi korban sakit massal.

"Anak-anak trauma dengan kejadian sebelumnya," papar Syarif. Pihaknya akan melakukan penjadwalan ulang pemberian vaksin difteri. Namun memberi kebebasan bagi siswa untuk menerima atau menolak.

"Nanti kalau masih tidak mau di imunisasi kami tidak akan memaksa mereka," jelas Syarif.

Sebelumnya diberitakan, insiden sakit massal menimpa ratusan santri di Kabupaten Pamekasan, Madura Jawa Timur, paska imunisasi difteri yang dilakukan Sabtu, 10/02/2018.

Sampai Minggu malam korban terus meluas hingga tiga pesantren dari sebelumnya hanya dua pesantren.

Cedera vaksin massal itu mencapai ratusan siswa. Setelah diberi vaksin difteri, ratusan santri justru mengalami sakit massal berupa pusing, kejang-kejang, mual dan muntah, hingga pingsan.

Mereka mendadak sakit usai disuntik vaksin difteri. Mirisnya, Puskesmas sekitar sempat membludak hingga sisa korban dilarikan ke RSUD Dr Slamet Martodirdjo Pamekasan.

Para santri korban cedera vaksin itu berasal dari Pesantren Al-Husen, Pesantren Al-Falah Sumber Gayam dan santri Hidayatul Mubtadiin.

Kasus santri sakit massal di Kecamatan Kadur, Pamekasan usai vaksin difteri ini, meresahkan para orangtua santri dan masyarakat Indonesia.

Reporter : Yola Vanessa    Editor : Klik Balikpapan



Comments

comments


Komentar: 0