25 April 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Sabu Senilai Rp 3,5 Trilliun yang Diamankan, Berasal dari Cina


Sabu Senilai Rp 3,5 Trilliun yang Diamankan, Berasal dari Cina
Barang bukti sabu 1,6 ton disita petugas. (Detik)

KLIKBALIKPAPAN.CO - Empat orang WNA awak kapal pembawa sabu seberat 1,6 ton yang diungkap di perairan Kepulauan Riau beberapa lalu oleh Tim Gabungan Polri dan Bea Cukai telah dibawa ke Indonesia.

Empat tersangka yang diamankan adalah Tan Mai (69 tahun), Tab Yi (33 tahun), Tan Hui (43 tahun) dan Liu Yin Hua (63 tahun). Para tersangka diangkut dari kapal yang membawa sabu tersebut.

Kapal itu dikendalikan dari Cina. "Mereka diperintahkan seseorang dari negara Cina membawa ke Indonesia," jelas Wakil Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Komisaris Besar Polisi Krisno Siregar, Sabtu, 24/2/2018.

Sabu senilai Rp 3,2 triliun itu diamankan dari PerairanAnambas, Kepri. Barang bukti itu dibungkus 81 karung yang berisi methampetamine yang masing-masing karung berisi sekitar 20 kg, dengan total 1,6 ton sabu.

Krisno mengungkapkan, alur barang ini di Indonesia sudah diketahui. Namun, Kisno belum bisa mengungkapkan secara detil hal tersebut. Sebab hal ini butuh pemeriksaan yang lebih jauh.

Proses berikutnya, Krisno mengatakan masuk tahap penyidikan. Tahap penyidikan meliputi pemeriksaan tersangka.

Saksi-saksi dan pemeriksaan labfor untuk mengetahui apakah ini benar amphetamine dengan kandungannya. "Kami akan kirimkan barang bukti ke laboratorium forensik untuk memeriksa kandungan dan signaturenya," kata Kisno.

Ia melanjutkan, "Kami akan tahan terus, proses sidik kami akan koordinasi dengan kejaksaan sehingga kasus ini cepat selesai," lanjutnya.

Kepolisian menduga ada pihak lain yang mengetahui di mana barang ini diedarkan. Bisa jadi Indonesia merupakan target akhir.

Namun tidak menutup kemungkinan, Indonesia hanya dijadikan tempat transit.

"Narkoba itu sistem terputus yang complicated.Jadi ada beberapa layer lagi, bisa sampai pada mastermind, tergantung dari hasil penyidikan dan saya belum bisa menyimpulkan," ucap Krisno.

Keterlibatan warga negara Indonesia sendiri belum diketahui dalam kasus ini. Begitu pula peran warga negara asing lainnya, polisi mengatakan, akan melakukan pendalaman lebih lanjut.

"Kami akan bekerja sama denganrekan kami di negara lain. Kami punya komunitas di penegak hukum pemberantasannarkotika," ujar Krisno.

Sampai hari ini Polri masih memburu gembong pengedar dan penerima sabu tersebut.

Reporter : Nina Karmila/Dtk    Editor : Klik Balikpapan



Comments

comments


Komentar: 0