23 Juli 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Orangtua Korban Vaksin Ngadu ke BPJH: Tuntut Keamanan Vaksin dan Pidana bagi Nakes


Orangtua Korban Vaksin Ngadu ke BPJH: Tuntut Keamanan Vaksin dan Pidana bagi Nakes
Audensi orangtua korban vaksin dengan BPJH. (dok)

KLIKBALIKPAPAN.CO - Para orangtua yang anaknya cedera dan meninggal dunia usai diberi vaksin MR dan difteri mengadu ke Badan Jaminan Produk Halal atau BPJH Kemenag RI.

Kehadiran mereka didampingi Founder Halal Corner, Asiha Maharani. Halal Corner sendiri konsen terhadap kehalalan produk yang beredar di Indonesia.

"Iya benar. Audensinya sudah dilakukan 22 Februari lalu. Alhamdulillah BPJH memberi respon positif," ujar Aisha, dalam komunikasi elektroniknya pada Klik, 26/2/2018.

Menurutnya para orangtua korban, meminta BPJH menyampaikan pada pemerintah untuk memeriksa keamanan vaksin.

Sekaligus melaporkan pada polisi agar memeriksa nakes yang memberi vaksin dan menyebabkan korban meninggal dunia.

Aisha juga menyampaikan beberapa tuntutan masyarakat muslim Indonesia terkait vaksinasi. Setidaknya ada empat tuntutan yang disampaikan Halal Corner pada BPJPH, yaitu:

Pertama, tersedianya vaksin halal dan thayyib. Kedua, menindak tegas dan memberikan sanksi administrasi maupun pidana terhadap pelanggaran klaim halal yang dilakukan pihak Nakes dan industri farmasi atau vaksin.

Ketiga, meminta agar MUI menambah fatwa tentang Imunisasi di Indonesia dengan poin selain halal juga tidak membahayakan.

"Jika vaksin diduga membahayakan manusia maka dijatuhkan hukum keharaman menggunakan vaksin," kata Aisha

Keempat, Halal Corner menyampaiakan tuntutan terhadap MUI agar menetapkan definisi darurat yang tegas, sehingga tidak diklaim dengan semena-mena oleh instasi yang terkait.

Reporter : Sutopo    Editor : Klik Balikpapan



Comments

comments


Komentar: 0