25 Mei 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Pamit Beli Burung, Pria Ini Jadi Korban Ledakan Bom


Pamit Beli Burung, Pria Ini Jadi Korban Ledakan Bom
Nursin, salah satu korban ledakan bom. (Detik)

KLIKBALIKPAPAN.CO - Ibu Jayati tak menyangka jika peristiwa bom gereja di tiga tempat di Surabaya, menjadi bagian akhir dari hidup suaminya.

Ya, salah satu korban tewas di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya Jalan Arjuno, adalah Nursin (56), suaminya.

Warga Tropodo, Sidoarjo, ini terakhir kali bertemu suaminya Minggu, 13/5/2018 pagi. Saat itu suaminya pamit membeli burung di Surabaya. Namun hingga malam hari, dirinya tak kunjung melihat suaminya pulang.

"Dia pamit ke istrinya mau beli burung di Surabaya. Ternyata hari itu tidak pulang-pulang," kata seorang kerabat yang enggan disebut namanya, dikutip dari detikcom, Selasa, 15/5/2018.

Keluarganya sempat bingung mencari karena tak kunjung pulang. Keluarga pun sepakat melapor ke polisi. "Karena tidak pulang-pulang, akhirnya keluarga sepakat lapor ke polisi dan mencari ke rumah sakit-rumah sakit," tandasnya.

Ia menjelaskan, kebingungan keluarga akhirnya terjawab saat petugas RS Bhayangkara menghubungi istrinya pukul 16.30 WIB.

"Ternyata suaminya jadi korban bom di Jalan Arjuno. Keluarga syok dan kaget. Akhirnya menuju ke RS," tambahnya.

Nursin menjadi salah satu jenazah yang ditemukan di tengah jalan tertindih sepeda motor.

Tubuhnya ditemukan hangus di tengah jalan, tepat di depan Gereja Pantekosta Pusat. Diperkirakan saat kejadian, Nursin sedang melintas.

Evakuasi jenazah Nursin juga baru dilakukan Minggu sore. Lantaran petugas masih melakukan olah TKP.

Sementara pihak RS meminta anak korban untuk dilakukan tes DNA memastikan identitas korban benar-benar sesuai KTP dan Kartu Keluarga.

"Anaknya sudah dites DNA dan hasilnya cocok," jelasnya.

Kini, jenazah pria yang memiliki satu anak itu telah diserahkan ke keluarga, Senin (14/5) malam dan dimakamkan di pemakaman setempat.

Reporter : Nina Karmila/ Dtk    Editor : Klik Balikpapan



Comments

comments


Komentar: 0