25 Juni 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Samarinda Diterjang Banjir Lagi


Samarinda Diterjang Banjir Lagi
Banjir juga menerjang rumah sakit. (Vir)

KLIKBALIKPAPAN. CO - Musibah banjir masih belum lenyap dari kehidupan warga Samarinda, Kalimantan Timur.

Terbukti, banjir kembali menerjang kota yang penuh galian tambang ini, setelah hujan disertai pasang air Sungai Karang Mumus pada Senin sore, 21 Mei 2018. Bahkan rumah sakit ikut terendam banjir.

Banjir kali ini juga menghadang sejumlah kawasan di tiga kecamatan. Yakni Kecamatan Samarinda Ilir, Kecamatan Samarinda Utara, dan Kecamatan Sungai Pinang tergenang banjir.

Kondisi banjir di sejumlah kawasan di Samarinda berlangsung hingga jelang berbuka puasa. Banjir kali ini menyebabkan air menggenang dengan ketinggian 1 meter - 1.8 meter.

Namun, sejumlah pengemudi kendaraan roda dua tetap melintasi kawasan banjir dengan ketinggian air tersebut. Mereka kemudian terpaksa mendorong kendaraannya karena mogok.

Akibat turunan lainnya adalah jalan lintas Trans Kaltim yang menghubungkan Samarinda-Bontang-Kutai Timur macet hingga 3 jam, seperti yang terjadi di Jalan DI Panjaitan.

Warga Jalan Biawan, Samarinda, Tono, tetap melintasi genangan air karena ingin berbuka puasa di rumah. Niatnya itu tak terpenuhi karena motornya mengalami mogok. Terpaksa ia harus mendorong kendaraannya sejauh 1 kilometer untuk terbebas dari banjir.

"Saya dari Jalan Kadrie Oening. Tadi di sana dalam, lebih sepinggang. Ke sini saya berjalan sekilo," ujar Tono.

Tetapi ada saja warga yang mengaku pasrah atas musibah banjir yang melanda pemukimannya.

Seperti Agus, warga Jalan Dr. Soetomo, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, ini, mengaku terbiasa dengan kondisi banjir di pemukimannya. 

Daerah tempat Agus tinggal terbiasa dilanda banjir. Bahkan, bukan hanya hujan yang satu jam seperti yang terjadi Senin sore. Hujan dengan durasi setengah jam saja mampu membuat pemukiman di Jalan Dr. Soetomo terendam air setinggi 1 meter.

"Derasnya hujan jadi satu jam setengah sehingga banjirnya seperti ini. Warga di sini sudah memaklumi kalau banjir sudah terbiasa bertahun-tahun seperti ini," ujar Agus saat ditemui saat menjaga lalu lintas di Jalan Dr. Soetomo. Ia sengaja mengisi waktu di lokasi banjir sebelum melaksanakan shalat tarawih.

Agus berharap pemerintah dapat menanggulangi masalah banjir. Misal, dengan mengeruk Sungai Karang Mumus.

"Kami berharap Sungai Karang Mumus segera direalisasikan pengerukannya terutama di Pasar Segiri. Itu harapan kami dari warga masyarakat sekitar Dr. Soetomo," ujar Agus.

Belasan wilayah lain yang tercatat dalam pantauan, digenangi air dengan ketinggian bervariasi. Di antaranya:

Lokasi dan ketinggian banjir:
- JL. PMI RSUD AWS, TMA: 25 cm

- JL. KS Tubun, TMA: 25 cm

- JL. Simpang Alaya, TMA: 50 cm

- JL. Ahmas Yani, TMA: 40 cm

- JL. Lembuswana, TMA: 40 cm.

Selain itu banjir juga menerjang wilayah lain seperti Jalan Ahmad Yani, Jalan Pahlawan, dan sejumlah jalan protokol di Samarinda.

Dampak banjir juga mengakibatkan kantor, rumah sakit dan pelbagai tempat pelayanan masyarakat terendam.

 

Reporter : Klik Samarinda    Editor : Klik Balikpapan



Comments

comments


Komentar: 0