26 Juni 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Bendungan Teritip Bakal Penuhi Kebutuhan Air Balikpapan


Bendungan Teritip Bakal Penuhi Kebutuhan Air Balikpapan
Bendungan Teritip Balikpapan. (PUPR)

KLIKBALIKPAPAN. CO - Bendungan Teritip Kota Balikpapan, Kalimantan Timur sudah siap dimanfaatkan memenuhi kebutuhan air baku di Kota Balikpapan.

Bendungan senilai Rp 91,99 miliar ini telah siap dimanfaatkan memasok kebutuhan air baku Balikpapan. Bendungan Teritip memiliki kapasitas tampung sebesar 2,43 juta M3 dalam posisi siap operasional. Karena proses pengisian Bendungan yang dilakukan sejak Juli 2017, sudah selesai.

Kebutuhan air baku Kota Balikpapan sendiri mencapai 1.600 liter/detik dimana saat ini baru bisa dipenuhi 1.000 liter/detik dari Bendungan Manggar.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Pemerintah Provinsi Kalimantan TImur dan Pemerintah Kota Balikpapan akan bekerjasama dalam menyelenggarakan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Teritip dalam pemenuhan air baku tersebut.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulisnya, memaparkan meningkatnya jumlah warga Balikpapan yang mendapatkan akses air bersih menjadi bagian dari upaya mencapai target 100-0-100 tahun 2019.

"Yakni agar penduduk Indonesia seluruhnya memiliki akses air bersih, berkurangnya kawasan kumuh dan seluruhnya mendapat akses sanitasi layak," paparnya.

Dalam kerjasama nanti, Kementerian PUPR bertugas membangun Instalasi Pengolahan Air Tahap I berkapasitas 200 liter/detik di Kecamatan Balikpapan Timur. Pembangunan dilakukan Ditjen Cipta Karya dengan nilai Rp 91,99 miliar kontrak tahun jamak 2017-2018. Progres hingga 27 Mei 2018 telah mencapai 50,1 persen. 

IPA yang dibangun pada areal seluas 5 hektare terdiri dari bangunan kantor, bangunan reservoir dan rumah pompa, pengolahan air, pengolahan kimia dan gudang kimia, bangunan pengering dan limbah, genset, reservoir pelayanan dan bak penenang.

Pembangunan IPA Tahap I ini ditargetkan selesai pada Oktober 2018.

Reporter : Dicky Sera    Editor : Klik Balikpapan



Comments

comments


Komentar: 0