22 Juli 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Diduga Lakukan Panyanderaan, Beberapa Anggota DPRD dan Tokoh Ormas Dilaporkan ke Polres PPU


Diduga Lakukan Panyanderaan, Beberapa Anggota DPRD dan Tokoh Ormas Dilaporkan ke Polres PPU
Proses negosiasi antara pihak Pengacara Korban dan tim AHLI yang dimediasi aparat Polres PPU

KLIKBALIKPAPAN.COM – Kasus drama penyanderaan selama 10 jam terhadap beberapa orang perempuan di Hotel Venus,  Sabtu (23/06/2018) berbuntut panjang.

Kuasa hukum korban, Agus Amri SH menyebut bahwa kasus penyanderaan tersebut adalah tindakan main hakim sendiri. Agus Amri dan timnya melaporkan 12 orang yang diduga sebagai otak dan provokator. Kedua belas orang tersebut terdiri atas beberapa anggota dewan, Tokoh-tokoh ormas dan tim paslon Andi Harahap-Fadly Imawan.

“ Kami telah melaporkan 12 orang ke Polres PPU yang diduga sebagai otak dan provokator penyanderaan di Hotel Venus. Beberapa anggota DPRD PPU yang kami laporkan diantaranya Jamaluddin Tanjung, Zaini Lonta, Fadliansyah, dan Sudirman S.Sos.  Tokoh-tokoh ormas diantaranya Rauf Muin, Nasir, Anwari alias Wari, Ales dan Julak. Sementara dari tim pemenangan AHLI diantaranya Gunawan dan pengacara Rokman Wahyudi”. Ungkap Agus

“Aksi-aksi Persekusi seharusnya tidak boleh dibiarkan dan Polres PPU wajib menindaklanjuti kasus ini, karena kasus ini adalah nyata pelanggaran hukum dan kejadiannya tepat di depan hidung aparat kepolisian”. Lanjut Agus.

Kasus ini bermula dari adanya kecurigaan beberapa orang dari tim paslon Andi Harahap-Fadly Imawan yang mensinyalir adanya praktek money politik di dalam kamar Hotel Venus.  Ratusan orang  yang diduga digerakkan oleh kedua belas orang tersebut, kemudian bergerak melakukan pengepungan ke Hotel Venus.

Berdasarkan hasil pemeriksaan kamar no 5 Hotel Venus, Minggu (24/06/2018) yang dilakukan oleh ketua Panwaslu Penajam, Daud Yusuf yang didampingi dua orang anggota tidak ditemukan indikasi adanya praktek money politik.

Warga Penajam Paser Utara turut menyesalkan kejadian tersebut.

Ridwan, salah seorang warga yang menghubungi redaksi KlikBalikpapan mengatakan bahwa kasus persekusi dan cara-cara premanisme adalah tindakan bar-bar dan telah mencederai proses pilkada yang seharusnya berjalan secara damai.

Reporter : ari    Editor : Klik Balikpapan



Comments

comments


Komentar: 0