22 September 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Deklarasi Baghdad Rumuskan 10 Poin Bendung Paham ISIS


Deklarasi Baghdad Rumuskan 10 Poin Bendung Paham ISIS
ISIS. (Gi)

KLIKBALIKPAPAN.CO – Konferensi Internasional tentang Islam Wasathiyyah dan Moderasi Beragama yang digelar di Baghdad, Irak menghasilkan Deklarasi Baghdad. Deklarasi ini dibacakan bersama perwakilan 20 negara.

Delegasi Indonesia yang mewakili Menteri Agama dalam konferensi itu, Muchlis M Hanafi mengatakan hasil konferensi sebagai warning bagi dunia Internasional akan munculnya gerakan Islamic State in Irak and Syria atau ISIS yang baru.

"Selain untuk dukungan moril kepada Irak yang baru keluar dari cengkraman ISIS, ini juga menjadi warning bagi dunia Islam bahkan dunia Internaisonal akan kembali munculnya ISIS," ujar Muchlis, dilansir Rol, Senin, 2/7/2018.

Menurutnya, dengan dikalahkannya ISIS di Irak bukan berarti ideologi tersebut akan padam, tapi suatu saat bisa bermetamorfosis dengan gerakan radikal lain seperti ISIS. Karena itu harus diwaspadai dengan mengkampanyekan Islam Wasathiyah.

"Itu harus diwasapadai dengan kampanye melawan ideologi itu atau konter narasi bahasa kita," katanya.

Islam Wasathiyah sendiri dimaknai sebagai tawassuth. Sebuah jalan tengah yang lurus. Tidak ekstrem kanan dan kiri. Tidak asal tuding bidah, sesat, kafir pada Muslim yang berbeda amaliah.

Wasathiyah juga berarti i’tidal, berlaku proporsional, adil, dan tanggung jawab. Wasathiyah juga mengandung makna tasamuh, toleran, mengakui dan menghormati perbedaan dalam semua aspek kehidupan. Bersandar pada konsultasi dan dialog dalam menyelesaikan masalah melalui musyawarah untuk mencapai konsensus.

Wasathiyah juga membawa arti islah, terlibat dalam tindakan yang reformatif dan konstruktif bagi kebaikan bersama. Berikutnya, wasathiyah juga bermakna qudwah, melahirkan inisiatif yang mulia dan memimpin untuk kesejahteraan manusia. Terakhir, wasathiyah juga berarti muwathonah, mengakui negara bangsa dan menghormati kewarganegaraan.

Berikut ini 10 rumusan Deklarasi Baghdad yang dirumuskan peserta konferensi dari 20 negara:

1. Membentuk koalisi internasional untuk membuat konsep dan strategi operasional tentang Islam yang wasathiyah.

2. Menggalang kerja sama internasional untuk memastikan keberhasilan melawan ekstremisme dan terorisme.

3. Membentuk lembaga pemikiran (kajian) untuk mengkaji kembali dan meluruskan sejarah yang telah memicu perselisihan dan perpecahan di masa lalu, tanpa mengabaikan hal-hal yang prinsip dalam kehidupan umat.

4. Mencarikan solusi terhadap gap permasalahan antara modernitas dan Islam secara obyektif sesuai dengan konteks kekinian.

5. Meluruskan pemahaman yang salah tentang Islam sebagai agama ekstrem/radikal dan teroris dengan menegaskan bahwa teorisme tidak terkait dengan etnis, agama, maupun aliran tertentu.

6. Membuat situs-situs keislaman yang menekankan pada prinsip wasathiyah dan moderat yang jauh dari ekstrem.

7. Membuat majalah/jurnal pemikiran Islam moderat.

8. Membentuk komite tinggi ulama yang mempunyai pengalaman dan pengetahuan luas, yang menginduk kepada kementerian wakaf/agama dan tersebar di kota-kota negara Islam, untuk memantau isu yang tersebar dan apa yang disampaikan para penceramah, serta meresponnya sebelum viral sesuai prinsip ajaran Islam.

9. Menegaskan kedudukan al-Quds (Yerusalem) sebagai milik bangsa Arab dan selamanya akan menjadi ibu kota perdamaian dan kerukunan umat beragama.

10. Peserta konferensi menolak klaim sepihak dari zionis Israel yang menjadikan Yerusalem sebagai ibu kotanya, dan mengajak ulama Islam untuk menolak keputusan yang nista tersebut.

Reporter : Niken/ Rol    Editor : Klik Balikpapan



Comments

comments


Komentar: 0