22 Agustus 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

LPPOM MUI: Vaksin yang Halal hanya Meningitis dan Flu


LPPOM MUI: Vaksin yang Halal hanya Meningitis dan Flu
LPPOM MUI. (Gi)

KLIKBALIKPAPAN.CO - Kebingungan masyarakat Muslim selalu terjadi setiap digelar program vaksin massal dari pemerintah.

Seiring itu, banyak propaganda klaim sepihak tentang kehalalan vaksin. Terutama yang keluar dari pihak medis.

Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia atau LPPOM MUI pun menegaskan agar klaim sepihak dihentikan.

Wakil Direktur LPPOM MUI Bidang Sertifikasi, Ir. Muti Arintawati, meminta pihak terkait memberi informasi jujur, transparan dan terbuka.

Sesuai UU Jaminan Produk Halal, penentuan status Kehalalan produk ditentukan oleh Ulama dan pihak kompeten lain melalui pemeriksaan laboratorium dan diputuskan dalam sidang Fatwa. Bukan klaim ngasal dari pihak medis, apalagi perorangan.

Menurut Muti, sampai saat ini belum ada perkembangan baru terkait status vaksin Rubella. Vaksin tersebut belum memiliki sertifikasi halal sesuai UU Jaminan Produk Halal.

"Jaminan kehalalan produk sangat penting dalam memenuhi hak konsumen. Sampai saat ini produk vaksin yang sudah bersertifikat halal adalah vaksin meningitis dan vaksin flu," tegasnya, Sabtu, 14/7/2108. Sedangkan vaksin MR atau Rubella dan vaksin difteri belum.

Ia pun mengingatkan agar seluruh pihak tidak mengeluarkan klaim-klaim sepihak. "Kami mengimbau produsen agar klaim halal boleh dilakukan jika sudah memiliki sertifikasi halal," tegasnya.

Wasekjen MUI, KH Tengku Zulkarnain bersikap lebih tegas. Menurutnya vaksin Rubella haram menurut MUI. Padahal bulan depan bakal dilakukan program vaksin terkait untuk luar Jawa.

KH Tengku menegaskan vaksin tersebut belum halal menurut MUI. Ia pun geram dengan kedustaan atas beredarnya informasi klaim halal sepihak.

"Kementerian Kesehatan berbohong masalah kehalalan vaksin. Saya pun sudah geram akan hal ini," tegasnya, Sabtu, 14/7/2018.

KH Tengku, melanjutkan, "Padahal vaksinnya sama sekali belum diperiksa MUI. Bahkan Kemenkes tidak pernah mau memberi sampel untuk diperiksa. Dalam hal ini perlu diviralkan kebohongan Kemenkes agar anak umat Islam tidak dimasukkan vaksin haram. Allahu Akbar," ujar KH Tengku.

Reporter : Agung    Editor : Klik Balikpapan



Comments

comments


Komentar: 0