22 Agustus 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Innalilahi, Kiai Karismatik Saifuddin Amir Tutup Usia


Innalilahi, Kiai Karismatik Saifuddin Amir Tutup Usia
Kiai Amsir akrab disapa Abuya. (Rol)

KLIKBALIKPAPAN.CO - Innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji'uun. Telah berpulang guru serta kiai panutan umat Muslim, Abuya KH Saifuddin Amsir pada Kamis, 20/7/2018. Beliau menghembuskan nafas terakhirnya pada 01.20 WIB di Rumah Sakit OMNI Pulomas.

Gubernur Jakarta Anies Baswedan mengunggah kabar meninggalnya KH Saifuddin di akun media sosialnya, Instagram. Ia mendoakan ahli fikih dari Betawi tersebut agar amal ibadahnya diterima Allah SWT.

Dilansir dari NU Online, warga Nahdliyin pasti mengenal kiai kharismatik ini. Saifuddin bin Amsir Naiman al-Batawiy adalah salah seorang ulama Betawi terkemuka abad ke-21. Ia dikenal sebagai seorang ulama yang sangat berpengaruh di Jakarta.

Beberapa karya yang telah diraciknya dari pelbagai literatur klasik karangan para sarjana masa lalu merupakan bukti kecerdasan dan keluasan ilmu yang dimiliki KH Saifuddin Amsir. Sejumlah karyanya merupakan masterpiece yang telah diteliti oleh para sarjana dalam dan luar negeri.

Karyanya yang telah dicetak antara lain Tafsir Jaw hir al-Qur’ n (empat jilid), Majm ’ al-Fur ’ wa al-Mas il (tiga jilid), dan al-Qur’ n, I’jazan wa Khaw shan, wa Falsafatan. Selain beraliran tafsir falsafi, kitab ini merupakan racikan dari beberapa tema dari kitab Jaw hir al-Qur’ n (hlm. 1-140), al-Dzah b al-Ibr z fi Khaw sh al-Qur’ n al-Aziz (142-172),Q n n al-Ta’w l (173-184). 

Ketiganya karya Hujjat al-Isl m Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghaz li ath-Th s asy-Sy fi’ . Kitab ini juga terinspirasi dari beberap kitab. Antara lain Fadh il al-Qur’ n karya Syeikh al-H fidz Ibn Katsir (hlm. 175-312), ‘Aj ib al-Qur’ n karya Syeikh Fakhruddin al-R z (hlm. 313-475), dan al-Dur al-Nadzim fi Khaw si al-Qur’ n al-Kar m karya Imam al-Yafi’i (hlm. 477-623). 

Komentar yang ditulis Kiai Saifuddin Amsir menyertai tiap bahasan yang dinukil dari kitab-kitab tersebut. Dalam menyusun karyanya, Rais Syuriah PBNU ini memilih karya-karya Imam al-Ghazali sebagai rujukan yang sangat representatif dalam membahas tema-tema terkait dengan I’j z (Kemukjizatan), Khaw s (Kekhususan), dan Falsafat (Filosofi) al-Qur’an. 

Dalam daftar pustaka karangannya, disebutkan al-Ghazali memiliki karya tafsir sebanyak 30 jilid. Kiai Saifuddin sempat mengatakan pemikiran brilian al-Ghazali tak hanya menjadi rujukan para sarjana Muslim, tetapi juga sarjana non-Muslim.

Semasa hidupnya, KH Saifuddin dikenal sebagai orang yang taat. Di luar kesibukannya berkarya, ia masih tetap istiqamah menggawangi berbagai majlis ta’lim yang tersebar di seantero Jakarta. Hari-harinya penuh jadwal pengajian di berbagai tempat.

Kiai Amsir akrab disapa Abuya oleh masyarakat Betawi. Ia merupakan sosok yang rendah hati. Tak jarang, santri yang senantiasa menyertainya merasa akrab bak teman sejawat. Namun, ketika sedang mengajar atau di atas mimbar, kharismanya menguasai. 

Kemampuan panggungnya ini menarik para politisi untuk mendekat agar bersedia bergabung dengan partai tertentu. Namun, Kiai Amsir dengan halus menolak semua politisi yang melobinya.

Reporter : Nina Karmila/ Rol    Editor : Klik Balikpapan



Comments

comments


Komentar: 0