22 Agustus 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

MUI: Vaksin MR Berpotensi Najis dan Haram


MUI: Vaksin MR Berpotensi Najis dan Haram
Vaksin. (Gi)

KLIKBALIKPAPAN.CO - Kontroversi program Vaksin MR atau Rubella menemukan solusi.

Hal itu setelah dilakukan pertemuan antara Majelis Ulama Indonesia dengan Kementerian Kesehatan RI, Jumat, 3/8/2018.

Wakil Sekjen MUI, KH Tengku Zulkarnain, mempersilakan program vaksin MR berjalan tapi hanya khusus di kalangan non Muslim.

"Vaksin MR berpotensi najis dan haram. Maka bagi daerah yang mayoritas Muslim vaksinasi akan dihentikan sampai ada Fatwa MUI Pusat. Sedangkan vaksinasi di daerah mayoritas non Muslim akan tetap dijalankan. Untuk masyarakat pribadi silakan menolaknya," jelas Kiai Tengku, dalam komunikasi What's app dengan KLIK, 3/8/2018.

Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Asrorun Ni’am Sholeh, mengatakan pihaknya mempertimbangkan untuk mempercepat proses penetapan fatwa vaksin itu setelah dilakukan audit oleh LPPOM MUI.

Saat ini, kata Ni’am, LPPOM MUI posisinya sedang menunggu dan siap mengambil langkah cepat untuk memeriksa vaksin itu. "Setelah diuji, hasilnya akan diumumkan," ujarnya.

Menteri Kesehatan, Nila Djuwita Faried Anfasa Moeloek, memastikan Kemenkes akan melakukan vaksin yang hanya berlaku bagi non Muslim.

Tapi bagi Muslim dan yang mempermasalahkan kehalalan vaksin itu, Nila Moeloek membolehkan mereka untuk tidak melakukan imunisasi.

"Boleh tolak. Silakan menolak sambil menunggu fatwa dari MUI. Insya Allah dalam waktu yang tidak terlalu lama," ujarnya.

PT Biofarma selaku yang mengimpor vaksin itu, kata Nila, akan mengulang kembali pengiriman dokumen kepada LPPOM MUI untuk mengurus sertifikasi halal.

Kemenkes katanya juga akan kembali menyurati Serum Institute of India untuk menanyakan tentang bahan-bahan vaksin tersebut. Tahun lalu, suratnya belum mendapat respons.

Reporter : Agung    Editor : Klik Balikpapan



Comments

comments


Komentar: 0