20 September 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Vaksin MR Makan Korban Lagi, Ada yang Lumpuh sampai Wafat


Vaksin MR Makan Korban Lagi, Ada yang Lumpuh sampai Wafat
Jenazah Muh Arfah, korban vaksin MR di Takalar. (Ost)

KLIKBALIKPAPAN.CO - Meski pelaksanaan vaksin MR telah ditunda, beberapa daerah masih ada yang nekat melakukan.

Akibatnya, beberapa anak malah menderita lumpuh. Bahkan ada yang meninggal dunia, tak lama setelah mendapat vaksin MR.

Seperti Siswa SMPN 5 Takalar, Muh. Arfah (13) yang meninggal dunia usai diberi vaksin MR, Senin, 13/8/2018.

Korban berasal dari Lingkungan Batu Maccing, Kelurahan Bulukunyi, Kecamatan Polongbangkeng Selatan.

KLIK JUGA: Duh, Ternyata Menkes Tak Tahu Kandungan Vaksin MR

Korban meninggal hanya selang beberapa hari sejak diberi vaksin Measles Rubella atau MR. Dari informasi yang dihimpun, Muh. Arfah diberi vaksi MR di sekolahnya pada Senin 6/8/2018. Sehari usai divaksin, korban mengalami demam tinggi.
 
Hingga hari ketiga setelah diberi vaksin suhu tubuh korban kian tinggi. Ia pun terpaksa dilarikan ke Puskesmas Bulukunyi, Polongbangkeng Selatan untuk mendapatkan perawatan.

 

"Korban ini sehat sebelum diimunisasi di sekolahnya. Setelah diimunisasi malahbdemam tinggi selama dua hari di rumahnya," ujar salah satu keluarga korban, Daeng Sibali.

Keluarga korban yang lain bernama Herniyati Yusuf mengungkapkan bahwa usai divaksin, korban mengalami pembengkakan pada bagian lengan dan demam tinggi.

KLIK JUGA: Puluhan Siswa Dirawat Setelah Divaksin MR di Sekolah

Hingga dua hari di rumah sakit, kondisi korban tak kunjung membaik. Sehingga pihak keluarga memutuskan untuk membawa pulang korban.

Kondisi korban kritis pada Minggu (12/8/2018) malam, sehingga pihak keluarga memutuskan membawa korban ke RSUD Padjonga Dg Ngalle.

Namun, nahas belum tiba dirumah sakit, korban yang sedang dalam perjalanan meninggal dunia pada Senin 13/8/2018, sekitar pukul 03.00 Wita.

"Setelah korban meninggal baru dokter datang untuk melakukan pengecekan darah, karena menurutnya dokter dari Puskesmas korban ini mengalami demam berdarah. Tapi kami langsung tidak menerima penawaran dokter itu. Buat apalagi dilakukan pemeriksaan darah kalau korban sudah meninggal,” kata Daeng Sibali.

KLIK JUGA: Vaksin MR Makan Korban Lagi, Bayi Meninggal Setelah Divaksin

Di Aceh, M.Helmi, murid kelas dua, Sekolah Dasar Negeri 1 Pasie Rawa, Kota Sigli, terpaksa tersungkur lemah tak berdaya tak lama setelah diberi vaksin MR Rubella.

Anak dari Dewi Rani (32), tersebut tidak bisa berjalan lagi pasca disuntik vaksin MR di sekolahnya beberapa waktu lalu.

Kini, anak tersebut telah dirujuk ke Rumah Sakit Umum Zainal Abidin Banda Aceh. Sebelumnya, ia dirawat di RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli sejak Senin.

Pihak rumah sakit Sigli belum bisa memberikan keterangan diagnosa penyebab.

Dewi Ratna, ibu Helmi anak sulungnya mengalami sakit setelah disuntik vaksin MR di sekolah. Sebelumnya, Helmi mengalami demam dan telah mendapat penangganan medis.

Setelah sembuh sakit, ia kembali ke sekolah yang kebetulan sekolahnya melaksanakan peluncuran vaksin MR. Dewi sempat berpesan pada Helmi, agar menolak disuntik, namun anaknya tetap disuntik dan dilakukan tanpa diketahui dirinya dan suaminya.

KLIK JUGA: Ngeri, Nyawa Siswa SD Melayang Usai Vaksin MR

"Saya tanya ke gurunya, apa anak saya ada disuntik dan gurunya saja tidak tahu, tapi tiba-tiba sudah disuntik," geramnya.

Sejak saat itu, menjelang malam, anaknya mengalami demam disertai kejang-kejang. Sehingga ia bersama suaminya melarikan Helmi ke rumah sakit.

Kini, Helmi harus dibantu orang tuanya jika hendak buang air dan melihat dunia luar. Ia hanya berharap anaknya dapat kembali berjalan seperti anak lainnya.

"Dia kejang, kami bawa ke rumah sakit, sampai di sana kakinya tidak bisa digerakkan dan berdiripun tidak bisa lagi, ketika berdiri jatuh. Kami hanya ingin anak kami dapat kembali berjalan. Kami hanya berharap anak kami tak lumpuh lagi," ujar Dewi.

Di Pontianak, Wahyu Purnomo (12) juga meninggal dunia. Hanya selang dua hari setelah disuntik vaksin. Padahal sebelumnya anaknya dikenal sehat ceria.

Anak sulung dari Purwanto (39) ini meninggal dunia setelah dua hari dirawat di RSUD Soedarso. Murid kelas VI SD 17 Pontianak Utara itu mengembuskan napas terakhir pada Minggu, 12/8/2018.

Kondisi kesehatan Wahyu mulai menurun sejak Jumat (3/8) lalu. Ia mengalami flu. “Anak saya mengalami pilek waktu itu,” kata Purwanto mengenang anaknya. Satu hari berselang Wahyu mengikuti Vaksin Measles Rubella di sekolahnya. Vaksin dilakukan bersama dengan murid lainnya. 

"Setelah itu anak saya merasa pusing. Sebelumya kondisi kesehatan sempat dicek suhu tubuh normal meskipun Wahyu dalam keadaan pilek," ujarnya.  

Dua hari setelah itu, pusing yang dialami Wahyu juga tak hilang. Meski sempat dilarang, Wahyu tetap nekat masuk sekolah di hari Senin (6/8).

Kemudian Selasa (7/8) malam Purwanto berinisiatif membawa Wahyu ke dokter praktik karena pusing masih terasa. Wahyu bahkan merasa sakit di bagian dada. “Kemudian Kamis malam anak saya muntah dan demam,” jelas Purwanto.

Wahyu sempat menjalani perawatan di rumah sebelum dirujuk ke rumah sakit. Saat itu Purwanto juga sempat bertanya ke Puskesmas di Parit Pangeran mengenai kondisi anaknya. Saat kondisi tambah parah, Wahyu dirujuk ke rumah sakit.

Wahyu langsung mendapat penanganan medis di IGD. Awal ketika di IGD asam darah dan gula darah Wahyu tinggi. "Diagnosa gula darah tinggi sampai 400," ucap Purwanto.

Purwanto melanjutkan, "Ketika di ICU Wahyu sempat mengalami muntah darah hitam," kisahnya. Tak lama Wahyu meninggal dunia.

Dalam catatan KLIK, korban vaksin MR yang meninggal dunia sudah mencapai belasan anak dan bayi. Ini belum termasuk yang mengalami sakit biasa, opname, lumpuh. Di Jawa, korban lebih banyak lagi.

Saat mengkonfirmasi banyaknya korban jiwa, Kepala Biro Humas Kemenkes RI, drg Widyawati, hanya menjawab diplomatis. "Untuk sementara vaksin MR dihentikan, bagi yang menolak silakan," tuturnya.

Namun ia tak menjawab pertanyaan KLIK terkait kandungan vaksin dan tanggung jawab pemerintah terhadap korban vaksin.

Banyaknya korban setelah vaksin MR menyedot perhatian masyarakat, media massa nasional dan daerah.

KLIK JUGA: Warga Balikpapan Ragukan Kehalalan dan Keamanan Vaksin

Reporter : Dicky Sera    Editor : KLIK Group



Comments

comments


Komentar: 0