18 November 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Fatwa MUI: Vaksin MR Haram karena Mengandung Babi dan Organ Manusia


Fatwa MUI: Vaksin MR Haram karena Mengandung Babi dan Organ Manusia
Pleno MUI memutuskan vaksin MR haram. (Dtk)

KLIKBALIKPAPAN.CO - Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia menggelar rapat terkait penggunaan vaksin MR dari Serum Institute of India untuk imunisasi.

"Penggunaan vaksin yang memanfaatkan unsur babi dan turunannya hukumnya haram. Dalam produksinya menggunakan bahan yang berasal dari babi," tegas Ketua Komisi Fatwa MUI Hasanuddin, Senin, 20/8/2018, malam.

Namun, penggunaan vaksin tersebut  saat ini mubah karena ada kondisi keterpaksaan belum ditemukan vaksin pengganti yang halal dan suci.

Berdasarkan penelitian Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetik, ada dua kandungan yang menyebabkan vaksin MR dinyatakan haram.

Pertama memiliki kandungan kulit dan pankreas babi, kedua organ tubuh manusia yang disebut human deploid cell atau sel janin yang diaborsi.

KLIK JUGA: Petaka Vaksin MR dalam Catatan Media

Keputusan mengenai ini tertuang dalam Fatwa MUI Nomor 33 Tahun 2018 tentang Penggunaan Vaksin MR dari SII untuk Imunisasi.

Ia menegaskan, pemerintah wajib menjamin ketersediaan vaksin halal untuk kepentingan imunisasi bagi masyarakat. Produsen vaksin wajib mengupayakan produksi vaksin yang halal dan mensertifikasi halal produk vaksin sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Menurut Hasanuddin, bila nantinya ditemukan vaksin MR halal maka vaksin MR dari Serum Institute of India tak boleh digunakan lagi. Karena hal itu, MUI meminta pihak pemerintah menjamin ketersediaan vaksin MR yang halal.

KLIK JUGA: Ini Penjelasan MUI tentang Vaksin MR Haram tapi Mubah

Reporter : Dicky Sera    Editor : KLIK Group



Comments

comments


Komentar: 0