22 Oktober 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Ketua Komisi Fatwa MUI: Benar, Vaksin MR Kandung Organ Tubuh Manusia


Ketua Komisi Fatwa MUI: Benar, Vaksin MR Kandung Organ Tubuh Manusia
Vaksin MR difatwakan haram. (Gi)

KLIKBALIKPAPAN.CO - Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia menyatakan vaksin measles-rubella atau MR haram untuk digunakan karena mengandung unsur babi.

Selain itu, vaksin dari Serum Institute of India tersebut juga mengandung unsur organ tubuh manusia.

"Benar ada (unsur) organ tubuh manusia (human diploid cell) dan kulit babi," tegas Ketua Komisi Fatwa MUI Hasanuddin AF di Gedung MUI, Jalan Proklamasi, Cikini, Jakarta Pusat, Senin, 20/8/2018 malam.

Keputusan mengenai ini tertuang dalam Fatwa MUI Nomor 33 Tahun 2018 tentang Penggunaan Vaksin MR dari SII untuk Imunisasi. 

Meski haram, untuk sementara vaksin MR dapat digunakan untuk imunisasi karena ada kondisi keterpaksaan dan belum ditemukan vaksin pengganti yang halal dan suci.

"Kebolehan penggunaan vaksin MR sebagaimana dimaksud tidak berlaku jika ditemukan adanya vaksin yang halal dan suci," Hasanuddin.

KLIK JUGA: Fatwa MUI: Vaksin MR Haram karena Mengandung Babi dan Organ Tubuh Manusia

Menyoal haram tapi dibolehkan, Wasekjen MUI KH Tengku Zulkarnain, menjelaskan mubah itu boleh digunakan.

"Tapi bukan Sunah, bukan juga wajib. Jadi siapa yang mau silakan boleh, yang menolak juga silakan," jelas Kiai Tengku, saat berkomunikasi dengan KLIK, Selasa, 22/8/2018 pagi.

Kiai Tengku menekankan lagi, "Mubah bukan Sunah dan bukan wajib. Boleh divaksin, boleh tidak. Itu namanya lil hajah," jelasnya.

MUI juga mengakui vaksin MR produksi India ini, di negaranya ditolak. Begitu pula bagi sebagian besar umat Muslim Indonesia. Apalagi melihat kandungannya yang najis dan haram.

Kiai juga mengetahui banyaknya keluhan masyarakat terhadap keamanan vaksin MR yang menelan korban kejadian ikutan paska imunisasi atau KIPI.

Kebolehan vaksin yang mengandung bahan haram ini tidak mengikat, masih bisa diperbaiki bila lebih banyak mudharatnya.

KLIK JUGA: Video Petaka Vaksin MR dalam Catatan Media 

Reporter : Nina Karmila/ Okz    Editor : KLIK Group



Comments

comments


Komentar: 0